oleh

150 Kios di Pasar Gedebage Bandung Hangus Terbakar

Bandung, Akuratnews.com – Pasar Induk Gedebage Bandung terbakar Minggu (15/07/2018) dini hari. Sekitar 150 kios hangus dilalap si jago merah yang diduga berasal dari dari hubungan arus pendek listrik di salah satu kios.

“Kata teman saya yang tidur di sini, api itu mulai terlihat sekitar jam satu pagi dan api berhasil dipadamkan tiga jam kemudian atau sekitar jam 4 subuh tadi” kata salah seorang saksi mata, Dodi, penjual beras di Pasar Induk Gedebage Bandung.

Ia menuturkan kios beras miliknya juga ikut terbakar dan api berasal dari tiang listrik yang berada di dekat penjual sayur mayur di Pasar Induk Gedebage Bandung tersebut.

“Katanya mah, api dari korsleting tiang listrik yang dekat kios sayur mayur,” kata dia.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah Kota Bandung masih melakukan pendataan terhadap korban kebakaran.

“Saat ini baru terdata sebanyak 116 kios dan 129 PKL (pedagang kaki lima) yang terdampak kebakaran. Kami masih melakukan pendataan untuk total keseluruhan,” ujar Direktur Umum, Operasional, dan Komersil PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Panca Saktiadi di Bandung, Minggu.

Kebakaran besar yang melanda Pasar Gedebage diduga akibat hubungan arus pendek di los 4. Saksi mata langsung melaporkan kejadian melalui Panggilan Darurat 022-113.

Dinas Kebakaran (Diskar) Kota Bandung langsung mengerahkan armada yang terdiri dari 13 Unit Pancar, 2 Unit Water Tanker, 2 Unit Rescue, 1 Unit Quick Response, dan 1 Unit Komando. Tim juga mendapatkan bantuan 2 unit pancar dari Cimahi dan Bintang Agung.

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, tim menyiagakan 2 unit ambulans. Hingga pukul 07.20 WIB, petugas masih melakukan pendinginan.

Panca mengatakan, belum ada penghitungan berapa kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut. Hal itu masih diproses oleh PD Pasar dan kepolisian.

Ia mengimbau para pedagang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengingatkan untuk tidak menyambungkan aliran listrik saat kios ditinggalkan.

“Hati-hati apabila meninggalkan kios-kiosnya. Aliran listrik jangan sampai tersambung, saklar-saklar tidak dimatikan,” kata dia. (Asp)

Komentar

News Feed