oleh

5 Perwira Pembebasan Sandera Menolak Kenaikan Pangkat Membuat Panglima TNI Terharu

Papua, Akuratnews.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi kepada 57 prajurit yang berhasil membebaskan sandera di Tembagapura, Papua.

Penyematan dilakukan di depan Markas OPM yang sebelumnya digunakan tempat penyanderaan 1300 orang penduduk di Kimberly, Banti, Utikini, dan Upikawa yang berhasil dikuasai TNI.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 37 detik yang sedang viral di media sosial, Panglima TNI mengungkapkan kebanggaannya dan terharu kepada 5 orang Perwira TNI yang menolak kenaikan pangkat.

5 Perwira TNI tersebut merupakan Perwira yang memimpin pasukan saat melaksanakan tugas operasi pembebasan sandera oleh separatis bersenjata OPM.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menyematkan pangkat kepada prajurit TNI pada upacara kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) di Tembagapura, Papua. Minggu (19/11/2017). Foto (Pendam XIV Hasanuddin).

Dalam upacara KPLB Panglima TNI mengatakan, bahwa keberhasilan operasi milik prajurit, sedangkan kegagalan tanggung jawab perwira.

“5 Perwira, diwakili oleh komandan upacara menyampaikan, bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab perwira, sehingga secara halus mereka menolak untuk menerima kenaikan pangkat,” tutur Gatot saat memimpin upacara KPLB di Tembagapura, Papua, Minggu (19/11/2017).

Hal itu pun membuat orang nomor satu di TNI itu terharu dan bangga kepada 5 perwira tersebut.

“Ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kita semua terharu. Saya ulangi para Perwira meminta menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya, apabila kegagalan adalah tanggung jawab perwira maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya,” tegas Gatot.

5 Perwira tersebut menolak kenaikan pangkat luar biasa, tetapi diberikan pendidikan khusus.

“Maka 5 Perwira tidak menerima kenaikan pangkat, tetapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya, inilah contoh tauladan prajurit-prajurit yang tidak mementingkan kepentingan pribadi tetapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Gatot.

Sebelumnya, prajurit yang terdiri atas satuan Parako Kopassus, Yonif-751/Raider, dan Peleton Intai Tempur (Taipur) Kostrad menempuh jarak 5 km dalam waktu 5 hari 5 malam. Seluruh pergerakan selama operasi dilaksanakan dengan sangat presisi dan tertib.

“1.300 lebih tersandera berhasil diisolasi dengan cepat senyap sehingga 347 sandera selamat semuanya tanpa luka. kemudian Kapolda dengan Pangdam datang mengevakuasi sehingga semua berada di Timika dengan selamat,” tandasnya. (Yan).

Komentar

News Feed