oleh

Airlangga Dinilai Layak Jadi Cawapres Jokowi

Jakarta, Akuratnews.com – Setelah ditolaknya judicial review UU 7/2017 tentang Pemilu, terkait masa jabatan presiden/wakil presiden oleh Mahkamah Konstitusi (MK) maka tertutup kemungkinan dibolehkannya Jusuf Kalla (JK) kembali menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo ( Jokowi).

Menurut politisi senior Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak diajukan Golkar menjadi cawapres Jokowi.

“Dengan putusan MK, Pak Jokowi harus memilih calon wakil presiden lain, dan kita maklumi itu tidak mudah, ” katanya di Jakarta, Senin (02/07/18) malam.

Ginandjar mengemukakan, semua pihak bersepakat mengenai ketetapan siapa yang akan dipilih sebagai cawapres sepenuhnya menjadi wewenang Jokowi.

Namun, lanjutnya, partai-partai pendukung mempunyai hak bahkan kewajiban membantu Presiden Jokowi dalam proses ini dengan mengajukan dari antara kadernya yang terbaik.

“Saya secara pribadi berpendapat alangkah baiknya apabila untuk pendamping Pak Jokowi diambil seorang kader dari antara partai-partai pendukung beliau, bukan dari luar karena partai-partai itu yang selama ini telah bekerja sama dan bekerja bersama dengan beliau. Sehingga antara beliau dengan partai-partai pendukung telah terjadi ikatan politik dan emosional yang kental dan harmonis, ” katanya.‎

Ginandjar menyarankan, partai-partai pendukung Jokowi berkomunikasi dengan lebih intensif, entah secara resmi atau tidak, dalam forum bagaimana pun, untuk sepakat bahwa masing-masing dapat mengajukan calon.

”Namun siapa pun yang nanti dipilih oleh Pak Jokowi, seluruh partai itu secara ikhlas menerimanya. Ini amat penting
untuk soliditas partai-partai pendukung Pak Jokowi bukan hanya dalam pilpres tapi dalam pemerintahan yang akan datang,” katanya.

Ginandjar memaparkan, kriteria utama selain bersih, akseptabel, dan nyaman untuk Jokowi adalah dapat membantu dalam memimpin pemerintahan dengan aman dan sukses.

”Maka pengalaman dalam perpolitikan dan pemerintahan serta kompetensi yang telah teruji itu penting sekali,” katanya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, lanjut Ginandjar, karena waktunya sudah mendesak, Golkar harus segera mengajukan calon dari antara kader-kadernya. Para kader Golkar tidak perlu lagi mencari calon lain dari dalam apalagi dari luar Golkar.

“Saya berpendapat Pak Airlangga Hartarto memenuhi kriteria. Pak Airlangga adalah calon wapres yang siap pakai, memiliki konsep dan sudah beradaptasi dengan lingkungan pemerintahan dan tantangan-tantangannya. Para kader Golkar sekarang sudah saatnya untuk bersatu-padu merapatkan barisan dan mengajukan ketua umumnya, Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Jokowi di Pilpres 2019,” katanya.

Terkait adanya dikotomi nasionalis-Islam, Ginandjar berpendapat, dirinya tak setuju.

”Karena Pak Jokowi dipandang sebagai representasi kelompok nasionalis maka wapresnya harus representasi partai Islam. Menurut saya itu tidak benar, seperti kita kembali ke zaman Nasakom dulu. Apakah seorang berlatar belakang nasionalis itu diragukan ke-Islam-annya? Apakah yang berasal dari partai Islam diragukan nasionalismenya? Saya kira pendekatan eksklusif bukan inklusif itu keliru,” ucapnya.

Ginandjar tidak yakin selera politik para pemilih sekarang, apalagi para pemilih milenial atau generasi zaman now. (Red)

Komentar

News Feed