Beranda Opini Asal Usul Makar

Asal Usul Makar

103
0
BERBAGI
Markus Marlon
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Facta infecta fieri nequeunt, Apa yang sudah benar tidak dapat dibuat menjadi sesuatu yang tidak benar (Erasmus).

Aksi 212 (Dua Desember) ini banyak peristiwa. Sore hari, setelah Aksi Super Damai berakhir, tiba-tiba  muncullah kata, “Makar”.  Dan kata “makar” itu pun memiliki sinonim: konspirasi, komplotan dan mufakatan jahat. Aksi Damai dan penangkapan yang diduga makar pun tidak ada korelasinya.

Kata, “Makar” itu berasal dari bahasa Arab, “Makr” artinya: tipu daya, pemberontakan dan muslihat.  Lantas, kata “Konspirasi” itu  berasal dari bahasa Latin, “conspirare” yang artinya setuju, seia sekata, bermufakat (con, bersama + spirare, bernapas. Maknanya, “bernapas bersama yang menunjuk pada satu semangat”).

Menurut  George Crabb dalam bukunya yang berjudul, “English Synonyms” kata  Konspirasi diartikan sebagai kemufakatan untuk mengubah sesuatu secara serius. Dan yang terpenting, yaitu bahwa ada suatu kata bulat (unanimity) dalam memutuskan rencana tersebut.

Rencana itu diterjemahkan dengan  plot (rencana rahasia), “A plot to overthrow the government” – rencana jahat untuk menggulingkan pemerintah. Di Indonesia kita kenal sebagai  “komplotan”.

Cicero, nama lengkapnya Marcus Tullius Cicero (106 – 43 seb.M) ahli pidato dan ahli hukum terpilih menjadi anggota Senat. Ia kemudian mendapat tugas untuk menyelidiki dan membongkar persekongkolan Catilinia, seorang anggota Senat yang merebut negara Roma dengan kekerasan. Ini merupakan makar  tingkat tinggi.

Ternyata makar  yang dibuat oleh Catilinia bukanlah  sebuah cerita akhir, tetapi di era yang sama ada juga konspirasi pembunuhan Julius Caesar  (100 – 44 seb.M) yang terjadi pada pertengahan Maret 44. Makar itu diprakarsai oleh Marcus Junius Brutus (85 – 42 seb.M) yang termasyur dengan istilah,  “Et tu, Brute” – dan engkau juga Brutus.

Peristiwa ini terjadi karena adanya kemufakatan jahat  (conspiration) dari Marcus Brutus, Cassius, Casca, Trebonius, Ligarius, Decius Brutus dan Mettelus Cimmber.

Zaman sekarang ini, masyarakat sudah  melek  tehnologi. Misalnya, tanpa sengaja ketemu orang dan bicara bisik-bisik, langsung dituding makar. Ada orang yang  ngegosip di warung kopi, tiba-tiba dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Setelah pertemuan di balai pertemuan, terus ada beberapa yang tinggal sambil ngobrol, awas dituduh: konspirasi!!!

Sabtu, 3 Desember 2016.

Penulis adalah Rohaniwan

alterntif text

LEAVE A REPLY