Beranda Nasional Badan Narkotika Nasional Ingatkan Bahaya Narkotika Jenis Baru Berbahan Tembakau

Badan Narkotika Nasional Ingatkan Bahaya Narkotika Jenis Baru Berbahan Tembakau

87
0
BERBAGI
Ilustrasi BNN
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan bahaya tembakau gorilla yang masuk dalam golongan narkoba jenis baru (new psychoactive substances-NPS). Pada tembakau Gorilla, efek high yang timbul setara dengan ganja yang aslinya dan dapat menimbulkan efek euphoria.

Jika pemakai tersebut memiliki efek toleransi yang rendah terhadap zat yang terkandung dalam tembakau ini, maka efek lain yang timbul adalah sakit kepala (pusing) hingga mual dan muntah. Demikian dikutip dari laman BNN, Sabtu (31/12/16).

Baru-baru ini, penggunaan tembakau yang setara dengan ganja asli ini menjadi ramai diperbicangkan di dunia maya. BNN dalam keterangan tertulis pada 11 Maret 2016, menjelaskan BNN menemukan tiga narkotika jenis baru NPS yaitu  AB-PINACA, THJ-2201, dan THJ-018.

Ketiga Narkotika jenis baru tersebut merupakan zat yang diambil dari sampel tembakau yang distimulan oleh zat synthetic cannabinoid dengan efek yang ditimbulkan adalah halusinogen, efek cannabinoid, dan toxic.

Dampak dari efek halusinogen yakni dapat menyebabkan seseorang melihat warna acak, pola, peristiwa, dan bahkan bisa melihat sesuatu yang tidak ada seolah adalah nyata. Halusinogen menimbulkan halusinasi yang bersifat mengubah perasaan, pikiran, dan dapat menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga menyebabkan seluruh perasaan dapat terganggu.

Dari penemuan ini, maka jumlah NPS yang berhasil diidentifikasi oleh BNN adalah sebanyak 41 NPS. Namun, baru 18 NPS yang sudah masuk di dalam daftar lampiran Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 13 Tahun 2014.

Di dunia, seperti dilansir oleh UNODC melalui Early Warning Advisory (EWA) on New Psychoactive Substances, Vol. 7, pada Februari 2016, yang ditayangkan pada portal resmi www.unodc.org, situasi perkembangan NPS hingga Desember 2015 telah berhasil diidentifikasi sebanyak 643 NPS dari lebih 100 negara, dan yang terbanyak adalah sintetis dari Cannabinoid.

Saat ini NPS yang beredar di pasaran, zat utamanya banyak dimodifikasi dari struktur kimia Phenethylamine, synthetic cannabinoid, dan synthetic cathinones dalam berbagai bentuk dan jenis zat yang sama.

Zat-zat aktif baru ini, menurut BNN, menjadi tantangan terbesar bagi semua negara di dunia dalam hal penanganan permasalahan Narkoba sehingga masing-masing negara harus mewaspadai setiap tindak-tanduk upaya sindikat Narkoba dalam menghancurkan generasi bangsa. (Aulisa)

alterntif text

LEAVE A REPLY