Beranda Ragam BHL Investigasi Dan Advokasi Berikan Bantuan Hukum Dan Edukasi Kasus Keuangan

BHL Investigasi Dan Advokasi Berikan Bantuan Hukum Dan Edukasi Kasus Keuangan

41
0
BERBAGI
(Ki-Ka) Pendiri BHL Investagasi dan Advokasi Lukas Budi santoso, Basuki dan Heru Kustriyadi Wibawa di Jakarta. foto : Dhanny Krisnadhy / akuratnews.
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.comPenyelesaian kasus kejahatan keuangan dan perbankan di Indonesia yang belakangan ini terus marak diantaranya korupsi. pemalsuan kartu kredit, pencurian data nasabah, penggelapan dana hingga kejahatan siber banyak yang belum belum tuntas, hal ini memicu pertanyaan besar, apakah memang sulit atau ada unsur lain.

Kalau sampai dua tahun penanganan kasus tidak selesai, bodoh banget atau ada apaapanya,” kata Basuki salah satu founder BHL Investigasi dan Advokasi saat ditemui di Jakarta pada Jumat (08/09) yang lalu.

Uang negara itukan ada perencanaan, penggunaan dan evaluasi. Gampang itu, kalau mengusut kasus korupsi,” tambah pria yang pernah menjadi pengajar disalah satu sekolah kepolisian itu.

Dikatakan Basuki, perbankan sangat menjaga kerahasiaan nasabah dan kepercayaan masyarakat. Mereka pun sangat berhatihati dalam menangani masalah.

Oleh karenanya, sebuah lembaga bantuan hukum dan invetigasi yang dicetus oleh Basuki, Heru Kustriyadi Wibawa dan Lukas Budi Santoso bernama BHL Investigasi dan Advokasi siap memberikan bantuan terhadap lembaga keuangan dan perbankan serta perusahaan dalam menangani setiap kasus kejahatan finansial secara menyeluruh.

Dalam perjalanannya, BHL Investigasi dan Advokasi sudah memiliki jam terbang khusus dalam menangani tindak pidana keuangan serta melakukan koordinasi dan sinergi dengan aparat hukum terkait baik di Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman maupun Lembaga kemasyarakatan.

“Kami di sini menangani kasus perbankan secara menyeluruh. Mulai dari upaya pencegahan melalui training, workshop serta penggunaan metode deteksi sedini mungkin. Selanjutnya upaya melakukan investigasi baik kronologis kejadian pelaku kejahatan maupun modus operandi secara internal, sampai pada pengumpulan dan verifikasi barang-barang bukti yang diperlukan,” papar Basuki.

Pada kesempatan yang sama, senior konsultan BHL lainnya, Heru Kustriyadi Wibawa menerangkan, BHL Investigasi dan Advokasi merupakan kantor hukum berintegritas yang bekerja secara profesional dan dikerjakan oleh para ahli didalamnya.

“Kami menyediakan layanan, pencegahan, investigasi dan advokasi kejahatan finansial bagi lembaga keuangan dan dikerjakan oleh para tenaga ahli yang profesional dibidangnya, dengan beragam latar belakang dari reserse, penyidik, labfor sampai ada pemeriksa polygraph,” terangnya.

Polygraph atau yang lebih dikenal dengan sebutan lie detector atau alat uji kebohongan mulai diperkenalkan pada tahun 1921 oleh John August Larson seorang anggota polisi di Berkeley Police Departement (DPC), California untuk mencari pengakuan jujur pada proses investigasi dan interogasi di kepolisian, saat ini polygraph sudah semakin canggih dengan semakin berkembangnya teknologi.

Lukas Budi Santoso salah satu tim BHL yang memiliki keahlian sebagai pemeriksa Polygraph yang merupakan lulusan dari Amerika menjelaskan, pada proses investigasi yang dilakukan, BHL menggunakan polygraph seperti juga yang digunakan oleh lembaga investigasi di negaranegara lain.

Guna mendapat hasil yang maksimal dalam sebuah investigasi. BHL menggunakan polygraph, meski biasanya hanya digunakan untuk kasus kriminal,” ungkapnya. (Dhanny)

alterntif text

LEAVE A REPLY