oleh

BKIPM Kelas I Surabaya Bakal Amankan 30 Ekor Ikan Arapaima

Sidoarjo, Akuratnews.com – Sebanyak 30 ekor ikan Arapaima milik GH (60), warga Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, bakal segera diamankan di kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). 30 ikan jenis Arapaima Gigas air tawar terbesar di dunia itu berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Nandang Prihadi mengatakan, akan segera mengamankan 30 ekor ikan yang cukup meresahkan warga tersebut.

“Dalam waktu dekat akan segera kami amankan,” terangnya pada hari Jumat (29/6).

Masih kata Nandang menegaskan, pihaknya setelah mengamankan ikan tersebut, tidak akan dipelihara kembali dengan alasan pemeliharaannya mengeluarkan banyak biaya. Sesuai dengan arahan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti, ikan tersebut akan dimusnahkan.

“Kalau dibawa ke kantor maka tidak akan dilakukan pemeliharaan, karena menurut informasi, makanan ikan Arapaima, menghabiskan ikan mujair sampai 30 sampai 40 kilogram perhari. Jadi, nanti akan kita potong dan dibagi-bagikan ke masyarakat. Karena enak juga ikan itu dan aman di makan,” tegas, Nandang Prihadi pada media.

Masih menurut Nandang, kalau dilepaskannya ikan Arapaima ke sungai Brantas maupun perairan di Indonesia, bisa merusak ekosistem ikan lokal Indonesia. Selain itu, juga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PERMEN-KP) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Sedangkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (PERMEN-LHK) juga melarang dengan adanya ikan itu, seperti yang tertera pada Permen-LHK Nomor 94 Tahun 2016 tentang Jenis Invasif, yaitu spesies asli atau bukan yang mengkolonisasi suatu habitat secara masif sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap ekologi, sosial, dan ekonomi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, warga Dusun Pajaran Utara, Desa Mlirip Rowo, Kecamatan Tarik Sidoarjo melihat ada ikan berukuran besar dengan panjang 1,58 meter dan berat 30 kilogram di sungai Kanal Brantas yang merupakan sungai batas antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Penasaran dengan ikan besar itu Suparpo (58) warga Dusun Pajaran Selatan, Desa Mlirip mengambil jaring untuk menangkap ikan raksasa yang konon berasal dari Amazon itu.

Suparpo yang keseharianya bekerja sebagai pencari dan penjual ikan itu berhasil menangkap ikan raksasa yang mirip jenis Arapaima itu melalui jaringnya pada hari Senin (25/6) lalu. (Rif)

Komentar

News Feed