oleh

BNN Musnahkan Barang Bukti Shabu Seberat 12.92 Kg dan 9.631 Butir Ekstasi

Jakarta, Akuratnews.com – Badan Narkotiga Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti narkotika yang ke-8 kalinya tahun ini. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut terdiri shabu seberat 12 Kg dan 9.631 butir.

“Barang bukti tersebut diperoleh dari dua kasus dengan sitaan awal shabu seberat 13,08 Kg. Setelah disisihkan 44 gram untuk lab, 58 gram untuk iptek, 59, gram untuk diklat, maka total shabu yang dimusnahkan seberat 12,92 Kg,” kata Kepala BNN Heru Winarko di Kantor BNN Jakarta, sebelum melakukan pemusnahan, Kamis (5/7/2018).

Selain itu, lanjutnya, dari sebuah kasus disita ekstasi seberat 9.900 butir, setelah disisihkan sebanyak 81 butir untuk lab, 94 butir untuk iptek, dan 94 butir untuk diklat maka ekstasi yang dimusnahkan sebanyak 9.631 butir.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari dua kasus berbeda yaitu di Pekanbaru dan Jakarta. Ia menuturkan, yang pertama yaitu kasus shabu di pekanbaru, pada tanggal 14 Mei 2018 petugas mengamankan dua orang tersangka yaitu AY dan M, saat melakukan transaksi serah terima narkoba jenis shabu sebanyak enam bungkus 6,28 kg.

“Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah M di Perumahan Graha Hang Tuah Permai Blok JJ No.5 dan berhasil menyita shabu seberat 252,94 gram dan ekstasi sebanyak 2.000 butir,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan mengembangan kasus dengan menggeledah sebuah ruko di Jalan Satria, Pekanbaru. “Di tempat tersebut petugas berhasil menyita shabu seberat 1,39 Kg dan ekstasi sebanyak 7.900 butir. Di TKP ini, petugas juga mengamankan seorang perempuan berinisial W,” sambungnya.

“Jadi, total shabu yang disita dari jaringan ini adalah shabu seberat 7,93 Kg dan ekstasi sebanyak 9.900 butir atau seberat 4.911.14 gram,” terangnya.

Heru menuturkan, jaringan tersebut dikendalikan oleh napi yang berada di dalam Lapas Tembilahan.

“Jaringan ini dikendalikan dari dalam lapas oleh napi atas nama lwan alias Ahuan bin Asui alias Hia alias Awan yang telah diamankan dari Lapas Tembilahan,” jelasnya.

Kasus shabu yang kedua, kata Heru, terjadi di Pademangan Jakarta Utara, informasi berawal dari tim BNNP Riau tentang adanya kiriman shabu ke sebuah alamat di kawasan Senen Raya.

Kemudian tim BNN melakukan penyelidikan secara intensif pada langgal 17 Mei 2018 dengan melakukan controlled delivery ke apartemen Mitra Oasis di kawasan Jalan Senen Raya Jakarta Pusat.

Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan AGK, BAM, EK dan AS ditempat berbeda di Jakarta.

“Di hadapan para tersangka, paket tersebut dibuka yang mana didalamya terdapat shabu seberat 5,14 K9,” tuturnya.

Dengan pemusnahan shabu seberat 12,92 Kg dan ekstasi sebanyak 9.631 butir ini, pelugas BNN teLah menyelamatkan leblh dari 74 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. (Yan)

Komentar

News Feed