oleh

Bupati Mojokerto dan 5 Orang Lainnya Dicegah ke Luar Negeri

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dan lima orang lainnya ke luar negeri terkait kasus perkara suap dan gratifikasi. Meski begitu, beberapa orang yang dicegah ke luar negeri masih berstatus sebagai saksi.

“Untuk kepentingan penyidikan perkara, baik terkait sangkaan suap maupun gratifikasi, KPK telah mencegah bepergian ke luar negeri terhadap keempat tersangka dalam perkara ini dan beberapa saksi,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (08/05/18).

Febri melanjutkan, pencegahan dilakukan untuk enam bulan ke depan, terhitung dari 20 April 2018. Selain Mustofa, tiga orang tersangka lainnya yang dicegah ke luar negeri ialah Direktur Operasional PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya, Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure Ockyanto, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin.

Selain itu, KPK juga mencegah ke luar negeri dua orang lainnya yang statusnya masih menjadi saksi, yaitu Nono Santoso Hudiarto dari kalangan swasta dan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Kabupaten Mojokerto Luthfi Arif Muttaqin.

Pada kasus suap, Mustofa diduga menerima uang sekitar Rp2,7 miliar terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Selain Mustofa, KPK juga menetapkan status tersangka kepada dua orang swasta diduga pemberi suap, yakni Ockyanto, Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructur (Tower Bersama Group) dan Onggo Wijaya, Direktur Operasi PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Sementara, dalam perkara gratifikasi, Mustafa ditetapkan tersangka bersama Zainal Abidin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Mojokerto periode 2010-2015.

Keduanya diduga menerima fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, termasuk proyek pembangunan jalan di tahun 2015 dan proyek lainnya sekurang-kurangnya Rp3,7 miliar. (Red)

Komentar

News Feed