oleh

CBA Minta Presiden Abaikan Usulan Pengaktifan Kembali Koopssusgab

Jakarta, Akuratnews.com – Center for Budget Analysis (CBA) meminta presiden Joko Widodo agar tidak menghidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) karena dinilai akan memberatkan APBN.

Menurut CBA, tiga lembaga yang ada saat ini yakni Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) serta Badan Intelijen Negara (BIN) seharusnya mampu untuk menanggulangi masalah terorisme yang ada.

Yang dibutuhkan, menurut CBA, adalah evaluasi terhadap penyerapan angggaran di tiap-tiap lembaga tersebut. Sejauh mana, agenda penanggulangan terorisme di lembaga tersebut mendapatkan porsi anggaran yang memadai.

“Dari pada mengikuti usulan genit Moeldoko yang hanya akan menambah beban APBN,” kata Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman dalam keterangan resminya kepada Akuratnews.com, Kamis (17/05/2018).

CBA mencatat, POLRI, BIN serta BNPT menghabiskan lebih besar anggaran yang dimiliki untuk pos anggaran tidak produktif, seperti belanja pegawai.

POLRI misalnya, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 95 triliun, hampir setengahnya yakni sebesar Rp 44,2 triliun habis untuk belanja pegawai. Sedangkan terkait penindakkan tindak pidana terorisme hanya dianggarkan senilai Rp 435,8 miliar. Ditambah anggaran terkait penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri berkeadaan tinggi senilai Rp 3 triliun.

Begitu juga dengan BIN, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 5,6 triliun. Sebagian besar digunakan untuk biaya dukungan administrasi dan SDM sebesar Rp 3,5 triliun. Sisanya digunakan untuk program pengembangan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan negara senilai Rp 1,9 triliun. Adapun terkait operasi intelijen dalam negeri dianggarankan senilai Rp 899 miliar dan operasi kontra intelijen senilai Rp 411,2 miliar.

Terakhir BNPT, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 505,5 miliar. Anggaran untuk penanggulangan teroris bidang pencegahan dianggarkan senilai 169 miliar, serta penanggulangan teroris bidang penindakan dianggarkan senilai Rp 122 miliar.

Seperti diketahui, wacana penghidupan kembali Koopssusgab tengah menguat usai rentetan aksi teror di Depok dan Jawa Timur, akhir-akhir ini. (Mdz)

Komentar

News Feed