oleh

Chappy Hakim: Reposisi ADIZ Patut Menjadi Prioritas Pertahanan Negara

Bogor, Akuratnews.com – Dengan perkembangan dunia saat ini maka Indonesia memang tidak punya pilihan lain dalam konteks pengelolaan dan pengamanan pertahanan negara. Salah satu yang patut menjadi prioritas adalah mereposisi Air Defence Identification Zone (Zona Identifikasi Pertahanan Udara/ADIZ).

Hal tersebut diungkapkan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim seusai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan) bertempat di Gedung Auditorium Kampus Unhan, Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (16/5).

Ia mengungkapkan, ditengah ancaman global yang sekarang ini dipahami oleh banyak negara tentang ancaman yang dilakukan oleh teroris, maka salah satu sarana yang paling mudah dan yang paling membuat sukses dalam terorisme adalah di bidang penerbangan terutama di penerbangan sipil.

“Itu sudah terbukti pada tahun 2001, sewaktu kejadian 9-11 ternyata tidak dilakukan oleh pesawat militer, tidak dilakukan oleh tentara, tidak dilakukan dari luar negara, tapi ternyata menggunakan pesawat terbang sipil yang langsung bisa menembus sistem pertahanan nasional negara sebesar Amerika,” terangnya.

Sekali lagi dalam kalimat yang pendek, Chappy menegaskan, sudah seharusnya kita sekarang ini memikirkan untuk lebih serius lagi dalam pengelolaan pengamanan dan pertahanan negara terutama dalam mereposisi ADIZ.

“Saat ini reposisi ADIZ bersama FIR (Flight Identification Region) tengah digodok pemerintah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, seluruh stakeholder,” tuturnya.

Mengenai sosialisasi ADIZ, Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi itu mengatakan, sudah dilakukan sejak jauh hari.

“Sosialisasi sudah dilakukan mulai dari perguruan tinggi hingga masyarakat, agar kita semua tahu bahwa kita memerlukan satu pemikiran tentang pertahanan diantaranya tentang mereposisi ADIZ,” tandasnya. (Yan)

Komentar

News Feed