oleh

Demokrat Dinilai Berupaya Bentuk Poros Baru

Jakarta, Akuratnews.com – Direktur Eksekutif Poskapol Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, menilai bahwa Partai Demokrat sedang berupaya untuk menciptakan poros baru untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden di 2019.

“Soal capres dua kandidat ini, kita sudah perhatikan belakangan ini, kayanya Demokrat sedang goreng poros ketiga karena semangat munculkan isu-isu,” katanya dalam acara rilis hasil survei Tiga Roda Konsultan di Jakarta, Kamis (10/05/18).

Menurut Aditya, jika terbentuk poros ketiga ini sangat menarik karena saat hanya diprediksi bahwa hanya akan ada dua pasangan calon presiden di 2019 tentunya harus ada alternatif lain.

Namun demikian, lanjut Aditya untuk memunculkan poros ketiga ini tidaklah mudah karena partai politik saat ini cenderung pragmatis, yakni hanya memperhitungkan siapa sosok yang kansnya lebih besar untuk menang.

“Parpol saat ini pragmatis siapa kandidat yang kansnya menang, sehingga poros ketiga ini rumut karena juga terkait cost, dan lain-lain,” katanya.

Aditya juga berpendapat bahwa sosok bakal calon presiden dan calon wakil presiden akan berpengaruh pada raihan suara partai politik asal calon tersebut pada pemilu 2019 mendatang. “Kenapa yang menarik isu pencapresan, karena 2019 pemilu serentak akan signifikan terhadap parpol,” katanya.

Aditya berpendapat demikian, karena hasil beberapa lembaga survei, seperti yang didulang oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) karena mengusulkan kandidat dengan figur yang baik.

“PDP-P alami kenaikan karena Jokowi capres. Prabowo juga dengan Gerindra-nya lakukan yang sama. Gimana kandidat lainnya, misalnya AHY terhadap Demokrat dan Cak Imin dengan PKB. Jadi ada korelasi antara capres dan cawapres dengan parpol,” ujarnya.

Aditya juga menilai pilpres 2019 lebih menarik dari pilpres 2014 meski dari sisi nama hanya itu-itu saja yang mendominasi. “Tapi ada yang menarik, terjadi perubahan karena ada peluang-peluang politikus untuk maju di nasional. Contoh TGB dan Anies yang muncul dari provinsi. Ini dorongan parpol utk munculkan nama baru,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Riset dan Data Roda Tiga Konsultan (RTK), Rikola Fedri, mengatakan, sesuai hasil survei lembaganya, jika pilpres 2019 digelar hari ini dengan disodorkan 9 nama, Joko Widodo (Jokowi) berada di peringkat teratas dengan 47,5%.

Di posisi kedua ada Prabowo Subianto 23,4%, Agus Harimurti Yudhoyono 4,8%, Gatot Murmantyo 3,4%, Muhaimin Iskandar 0,7%, Zulkifli Hasan 0,3%, Airlanggar Hartato 0,2%, Budi Gunawan 0,1%, Puan Maharani 0,1%, rahasia 4,0%, dan tidak menjawab 15,4%.

Roda Tiga Konsultan melakukan survei pada 21 April-2 Mei, dengan responden sebanyak 1.610, menggunakan metode stratified systemic random sampling. Polulasinya adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas. (Mdz)

Komentar

News Feed