Beranda Daerah Diduga Terjadi Penyunatan Anggaran P3K Kecamatan Kadudampit

Diduga Terjadi Penyunatan Anggaran P3K Kecamatan Kadudampit

389
0
BERBAGI
alterntif text

Kadudampit, Akuratnews.com – Berhembus kabar tentang adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaan program P3K Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan data yang diperoleh akuratnews.com Program Pembangunan Partisipasi Kecamatan atau P3K itu seharusnya bertujuan untuk memperkuat pendanaan pembangunan disuatu kecamatan yang tidak dapat dilakukan dengan mekanisme pendanaan reguler, seperti Alokasi dana Desa (ADD).

Namun sayangnya dalam pelaksanaanya program itu disebut-sebut tidak sesuai dengan tupoksinya.

Diinformasikan, bahwasanya anggaran tersebut disalurkan melalui Program Pembangunan Partisipasi Kecamatan atau P3K kepada Desa Gedepangrango dan Kadudampit  sebesar 80 juta.

Salah seorang sumber terpercaya yang dikonfirmasi menyebutkan tentang adanya penyunatan anggaran oleh camat Kadudampit sebesar 5 juta per desa.

Sumber yang tidak bisa disebut namanya ini menjelaskan, selain itu, tidak hanya adanya indikasi penyunatan anggaran akan tetapi saat di kroscek kelapangan anggaran yang diserap oleh tim pelaksana pembangunan program P3K itu juga terdapat indikasi dugaan korupsi dengan melakukan mark down dalam mengelola keuangan.

“Sehingga anggaran yang di bangunkan tidak sama dengan jumlah yang seharusnya diterapkan,” ungkapnya membeberkan

Lebih lanjut dia menjelaskan, dugaan mark down sebesar Rp 80.000.000 juta berasal dari program P3K Kadudampit pada tahun 2017 tetapi pelaksanaannya hanya sebesar Rp 56.000.000 juta disini terlihat adanya kejanggalan dalam pelaksanaan tersebut dengan hilangnya angka anggaran sebesar Rp 24.000.000 juta.

Saat di konfirmasi oleh sejumlah awak media berita di sukabumi kepada salah satu kepala desa yang mendapatkan manfaat program tersebut. Iwan Ridwan, mengaku tidak mengetahui jumalah anggaran dan pelaksanaannya.

“Bahwa jumlah anggaran dan pelaksanaan program yang di bangunkan posyandu di wilayah Rw 5 tersebut saya sama sekali tidak mengetahui,” ungkapnya.

Menurutnya itu telah disalurkan langsung kepada pokmas. “Jadi jangankan pegang lihat saja tidak uangnya,” katanya

Di waktu yang berbeda awak media Akuratnews.com pun mengkonfirmasi lanjut dan menghampiri Zenal Abidin yang merupaakan camat Kadudampit, Jum’at (02/02/18) guna memperkuat penyelidikan dugaan tersebut, walaupun awak media menunggu lama karena camat sedang ada tamu akan tetapi dapat juga bertemu.

Ia pun menjelaskan, berkenaan dengan kabar dugaan pencatutan anggaran tersebut. “Itu saya tidak meminta kok,” kata zenal sapaan akrabnya.

Sambil merokok, Zenal terlihat resah dihadapan awak media, namun saat ditanya mengenai berapa besarnya jumlah anggaran tersebut. Sang camat pun tidak menjawab melainkan mendorong salah seorang awak media keluar dengan alasan nanti saja ucapnya seperti ketakutan. (Adm)

alterntif text

LEAVE A REPLY