oleh

Dinilai Tidak Taat Pada Pimpinan, Busyro Minta KPK Pecat Aris Budiman

Jakarta, Akuratnews.com – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, pembangkangan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK menjadi momen bersih-bersih bagi lembaga antirasuah yang dipimpin Agus Rahardjo saat ini.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Aris Budiman disebut melakukan pembangkangan dengan datang ke Pansus hak angket KPK di DPR RI. Sikap Aris ini mendapat sorotan dari mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas.

Selain itu, Busyro juga menilai pihak KPK segera memecat yang bersangkutan karena tidak taat pada pimpinan.

Pernyataan itu disampailan Busyro Muqoddas kepada wartawan usai menerima silaturahmi Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, alias Romi di Yogyakarta, Jumat (1/9/17) kemarin.

Menurut Busyro, ketidakpatuhan Aris merupakan kali pertama terjadi di lingkungan KPK. Selain itu juga dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan Aris Budiman pada pimpinan KPK yang telah memerintahkan untuk tak datang ke Pansus hak angket.

“Saya minta pimpinan KPK segera memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat dan mengembalikan ke institusi awal. Setahu saya baru sekali ini terjadi, atau jangan-jangan sudah ada sinyal dari atasannya,” kata Busyro.

“Kalau bisa jangan hanya pecat yang bersangkutan tapi evaluasi pejabat lain seperti pengawas internal harus cari yang berani dan berintegritas, kemudian divisi penindakan dan kepala biro hukum juga demikian,” tambah Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM itu.

Dijelaskan, meski demikian, dalam agenda evaluasi ke dalam tersebut, KPK hendaknya melaksanakan dengan cara terbuka untuk mempertahankan soliditas yang selama ini sudah mendapat kepercayaan publik.

“Evaluasi ke dalam KPK harus dilakukan terbuka agar tampak solid namun jika ada kesan ditutupi maka soliditas akan tergerus dan diketahui masyarakat yang selama ini mendukung KPK. Ini yang kita khawatirkan jadi harusnya diperhatikan betul,” papar pria kelahiran Bantul, Yogyakarta ini. (Hendra)

Komentar

News Feed