oleh

Dishub, Protes Pelanggar Parkir Hal Biasa

Akuratnews – Pelaksanaan razia parkir liar terus digelar dinas perhubungan DKI Jakarta agar kondisi jalan bebas dari kemacetan.

Namun demikian masih saja ada pemilik mobil yang melakukan protes dan menolak untuk dirazia.

Seperti yang terjadi saat razia parkir liar dikawasan jalan Kramat Raya dan jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat. Kamis (26/10).

Seorang pengemudi yang kendaraannya terparkir dilokasi dilarang parkir menolak di razia dengan alasan sedang menunggu penumpang.

Namun, mendengar alasan pengemudi, petugas dari Dinas Perhubungan tetap melakukan penindakan dan menderek kendaraan tersebut.

Komandan Satuan Tindak dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat Firdaus mengatakan, protes dan penolakan dari pemilik kendaraan sudah sering dialami petugas dilapangan.

“Protes dan penolakan dari pelanggar sudah menjadi makanan kami setiap dilakukannya penindakan,” terang Firdaus.

Firdaus mengatakan, operasi dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Provinsi DKI untuk menarik retribusi Rp 500.000 per hari dari setiap kendaraan yang diderek.

“Kendaraan roda 4 yang kedapatan parkir liar akan kita derek dan bawa ke tempat penampungan. Pemilik kendaraan diharuskan membayar retribusi sebesar Rp 500.000 atau berlaku kelipatannya sesuai lama kendaraan itu menginap di tempat penampungan,” pungkasnya.

Pada tahap awal, dia menuturkan, pengenaan retribusi derek akan dilakukan di Kalibata (Jakarta Selatan), Stasiun Jakarta Kota (Jakarta Barat), Tanah Abang (Jakarta Pusat), Jatinegara (Jakarta Timur) dan Marunda (Jakarta Utara).

Sementara kendaraan-kendaraan yang diderek akan dibawa ke 3 lokasi penyimpanan milik Dinas Perhubungan DKI yaitu di Rawa Buaya (Jakarta Barat), Terminal Barang Pulogebang (Jakarta Timur) dan Terminal Barang Tanah Merdeka (Jakarta Utara). (Dhanny).

Komentar

News Feed