oleh

Dukung Kemerdekaan Palestina, KSPI Lakukan Aksi Damai di Kedubes AS

Jakarta, Akuratnews.com – Ribuan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Senin (16/04/18) melakukan aksi damai di depan Kedubes Amerika Serikat (USA) Jl  Merdeka Selatan 3-5 Jakarta Pusat.

Aksi damai tersebut dilakukan oleh buruh guna mendukung kemerdekaan Palestina. Dan langkah AS yang memindahkan kantor Duta besarnya ke Yerusalem, sebagai pemicu konflik baru.

Ketua Majelis Nasional KSPI Riden Hatam Aziz menegaskan, aksinya sebagai solidaritas untuk mendukung kemerdekaan Bangsa Paleatina.

“Aksi ini untuk menyikapi apa yang terjadi di Palestina. Saat ini, talah terjadi penindasan yang sudah melampaui batas kemanusiaan, terhadap Rakyat Palestina yang melakukan aksi damai menuntut dikembalikannya tanah air mereka,” terang Riden.

“Zionis Israel telah melakukan penembakan terhadap Rakyat Palestina yang melakukan aksi dami, dan puluhan orang menjadi korban,” tambahnya.

Masih menurut Riden, Gerakan buruh menyuarakan  penjajahan terhadap rakyat Palestina.

“Ini sejalan dengan amanah konstitusi, bahwa penjahahan di atas muka bumi harus dihapuskan,” lanjutnya.

Dikesempatan yang sama, Presiden KSPI yang juga menjabat Governing Body ILO, Said Iqbal juga menyatakan hal serupa, bahwa Palestina wajib mendapatkan kemerdekaan atas Bangsanya dari penjajahan Israel.

“Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk bangsa Palestina,” ujarnya.

Said Iqbal yang menyatalan buruh akan berdiri di garda terdepan dalam merawat perdamaian dan kemanusiaan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC) Sharan Burrow mengatakan, bahwa pengumuman Presidden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah tindakan yang memecah-belah dan sembrono.

Bahkan sikap ini merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Pengumuman Presiden Trump, yang secara sepihak mendefinisikan status tersebut, bukan hanya penghinaan terhadap orang-orang Palestina, terutama mereka yang tinggal di Yerusalem” ucap Sharan.

“Tetapi ini juga merusak upaya untuk mewujudkan perdamaian dan pembentukan solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan sesuai dengan Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB 242 dan 338,” kata Sharan Burrow.

ITUC beranggotakan 181 juta pekerja di 163 negara dan wilayah yang memiliki 340 afiliasi nasional, dimana salah satunya adalah KSPI.

Dalam melakukan aksi damainya, ribuan buruh ini melakukan titik kumpul di Patung kuda dan Long March menuju Kedubes AS untuk menyampaikan aspirasinya. (Red)

Komentar

News Feed