Beranda Ragam Ekonomi Sulit SPG Cantik Lakukan Hal Ini

Ekonomi Sulit SPG Cantik Lakukan Hal Ini

166
0
BERBAGI
Ilustrasi Prostitusi
alterntif text

Cileungsi, Akuratnews.com – Kerap mengakes situs dewasa di internet, SN penasaran, lalu mempraktekkannya dengan pacar. Telanjur basah, ia lantas memutuskan untuk menjadi Wanita Panggilan.

Parasnya yang ayu, rambut sebahu, kulit putih bersih, Body aduhai bak gitar spanyol. Matanya yang sayu dengan dihiasi bulu mata yang lentik, membuat mata lelaki tertegun melihatnya, sekilas mirip artis cantik Fenita Arie. Itulah tampilan fisik SN, seorang SPG disalah satu mall ternama di Cileungsi yang berprofesi sebagai wanita panggilan.

Dengan sedikit malu-malu, remaja berusia 21 tahun ini menceritakan awal kisahnya menjadi wanita panggilan kepada Akuratnews.com Rabu. (4/1/17)

Dia mengaku terpaksa menyajikan tubuhnya untuk dinikmati siapa saja yang siap membayar dengan tarif kencan yang sudah ditentukannya karena faktor ekonomi.

SN mengungkapkan, dengan menjadi wanita panggilan,Ia dapat tampil modis, tanpa harus susah bekerja serta dan hasil yang Ia dapat untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga karena selama ini orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh cuci tak cukup untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Untuk bisa “main” dengan saya, tarifnya Rp500 ribu sekali main. Jika menginap Rp1,5 juta. Tetapi biasanya yang sampai menginap itu Om-om yang booking,” paparnya

Menurut SN, orang tuanya tidak mengetahui profesi sampingannya.
“Kalau di-booking menginap, saya bilang ke orang rumah lembur kerja, dan pulangnya nginep dirumah temen,” ujarnya

Anak pertama dari 2 bersaudara ini menjelaskan, ia bisa menjadi wanita panggilan karena terinspirasi cerita dewasa yang kerap dibacanya di internet. Sementara, kegadisannya sudah hilang saat usianya masih 16, direnggut pacar.
“Dia mengaku cinta sama saya, akhirnya nidurin saya. Setelah itu, dia ninggalin saya gitu saja. Ya, sudah telanjur,” akunya

Karena itulah, ia makin berani menjual tubuhnya kepada lelaki yang butuh kehangatan.
“Transaksinya bisa dari BBM atau Facebook. Per pekan bisa dua pelanggan yang mengajak saya kencan. Lumayan, kalau 4 juta per bulan saya dapat. Tetapi, saya nggak setiap hari kencannya. Pas saya libur aja, atau pas kebetulan saya pulang kerjanya sore,” ungkapnya.

Di benaknya paling dalam, ia ingin berhenti menjadi wanita panggilan. Namun, hal tersebut tidak mungkin dilakukan saat ini. Sebab, ia masih butuh untuk meringankan beban keluarga. (Toro)

alterntif text

LEAVE A REPLY