Beranda Wisata Ekowisata kebun kima Negeri Morella

Ekowisata kebun kima Negeri Morella

110
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan ekowisata kebun kima di Pantai Teluk Tihlepuai, Negeri Morela, Maluku Tengah. Kima (Tridacna) adalah genus kerang-kerangan berukuran besar penghuni perairan laut hangat. Kima termasuk dalam famili Tridacnidae.

Ekowisata kebun kima Negeri Morella merupakan penggabungan konservasi jenis ikan dilindungi dengan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Pengembangannya bertujuan melestarikan lingkungan, wisata bahari, stasiun penelitian, dan pengayaan populasi kima.

Susi mengatakan peresmian kebun kima ini tidak terlepas dari potensi perairan Morella sebagai habitat kima sebagai spesies langka yang dilindungi. Dari tujuh jenis kima di dunia, tiga di antaranya ditemukan di perairan Morella, yakni kima sisik, kima lubang, dan kima raksasa.

“Mohon tetap dijaga ikannya, kimanya. Kima itu berkembang biaknya lama, butuh berpuluh-puluh tahun. Nanti anak cucu kita tidak tahu kima itu apa. Ikan juga begitu, jangan setiap hari ditangkap. Harus ada waktu recovery-nya. Paling tidak sehari dalam seminggu,” kata Susi dalam siaran pers KKP, Jumat (16/12/16).

Susi juga menerangkan upaya pemerintah mengawal kedaulatan Indonesia telah membuahkan hasil, ditunjukkan dengan melimpahnya ikan dan biota laut di perairan sekitar Kepulauan Maluku. Menurutnya, itu bukti komitmen pemerintah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

Dia pun menyoroti kelestarian laut di Maluku dan mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat setempat untuk konsisten menjaga kelestarian laut.

Say no untuk tambang, say no untuk pengerukan pasir, say no untuk kapal-kapal asing. Itu harus in line. Percuma saja kalau pemerintah pusat sudah larang, tapi pemerintah daerahnya mengizinkan. Perikanan bisa mati. Bersyukur di Morella, pariwisata dan perikanan jadi pemasukan utama,” katanya.

Susi juga mengimbau para nelayan untuk selalu berkoordinasi dalam mengawal keamanan lautnya. “Nelayan Ambon tidak boleh kalah sama nelayan Thailand. Kalau ada pencuri ikan, langsung saja bakar kapalnya. Tidak usah tunggu Menteri Susi datang,” ujarnya. (Lukman)

alterntif text

LEAVE A REPLY