oleh

Faktor Eksternal Akan Mempengaruhi IHSG

Jakarta, Akuratnews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu, Jumat (10/08/2018), ditutup dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 11,92 poin atau 0.2 % ke posisi 6.077,17. Pada perdagangan minggu ini, faktor eksternal berupa resiko perang dagang diperkirakan akan menjadi perhatian pasar. IHSG diperkirkan akan bergerak dalam kisaran 6.000 – 6.200.

Pada akhir perdagangan minggu lalu, IHSG dibuka lebih tinggi dari penutupan perdagangan sebelumnya.  IHSG melonjak dalam langkah berayun, bahkan sempat berada di level tertinggi 6.107,69 dan terendah 6.081,09.

Penguatan indeks dipengaruhi oleh 6 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor saham konstruksi yang menguat 1,1 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menguat 0,85 persen dan sektor saham barang konsumsi mendaki 0,53 persen. Empat sektor lainnya masih melemah, turun hingga -1,9 persen. Sektor saham pertanian turun 1,49 persen, dan catatkan penurunan terbesar serta sektor saham aneka industri melemah 0,69 persen.

Hingga penutupan sesi perdagangan, tercatat sebanyak 186 saham turun, 182 saham menguat, dan 230 saham lainnya stagnan. Saham-saham yang bukukan penguatan terbesar antara lain saham FILM naik 24,49 persen ke posisi 610 per saham, saham YPAS melonjak 23,81 persen ke posisi 910 per saham, dan saham MAPA menanjak 20,91 persen ke posisi 4.510 per saham.

Sementara, saham-saham yang tertekan antara lain saham TFCO melemah 22,67 persen ke posisi 580 per saham, saham RIGS merosot 9,24 persen ke posisi 432 per saham, dan saham SIPD susut 6,69 persen ke posisi 1.115 per saham.

Usai pendaftaran, memasuki sesi kedua perdagangan diakhir pekan kemarin, terjadi aksi jual yang signifikan. Keuntungan yang diraih sejak awal perdagangan hingga sesi pertama. Tergerus dan menyisakan kenaikan tipis di akhir perdagangan.

Adapun di pasar saham Asia, indeks ditutup melemah menguat. Nikkei di Jepang turun sebesar -0,86 persen, Hang Seng di Hong Kong naik 0,25 persen dan indeks SSE di Shanghai naik 1,80 persen.

Nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah diperdagangkan lebih tinggi. Menurut kurs referensi (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah dipatok pada Rp14.437,00 per dolar AS, naik dibanding sebelumnya, Rp14.422,00 per dolar AS.

Sejumlah saham yang direkomendasikan adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP).PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT).PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). (Lukman Hqeem)

Komentar

News Feed