oleh

Ferdinand Bantah Arsul Sani Soal Politik Anggaran TNI Era SBY

Jakarta, Akuratnews.com – Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, menanggapi pernyataan Sekjen PPP Arsul Sani yang menyebut SBY tidak berpihak kepada TNI.

“Pernyataan pak Asrul tersebut sangat terkesan buta data. Tidak tahu data terkait peningkatan anggaran TNI dan peremajaan serta peningkatan alat utama sistem persenjataan kita atau Alutsista,” kata Ferdinand kepada Akuratnews.com, Rabu (20/06/2018) malam.

Ferdinand menyarankan, Arsul Sani agar membaca data sebelum bicara karena anggaran TNI pada 10 tahun kepemimpinan SBY sebagai presiden, selalu meningkat setiap tahunnya.

“Jadi kami sarankan sebelum bicara, Asrul baca data terlebih dahulu. Justru di era SBY terjadi peningkatan yang cukup tajam bagi TNI,” kata Ferdinand.

Pemilik akun @LawanPolitikJKW ini melanjutkan, meski anggaran TNI ditingkatkan, penerapannya tidak bisa secara jor-joran karena akan menjadi perhatian bagi negara negara tetangga.

“Jangan sampai dikira kita sedang berlomba pengadaan senjata, maka harus terukur. Selain itu juga, bahwa anggaran itu harus dibagi ke sektor lain supaya semua sektor bertumbuh dan hidup. Itulah kebijakan kompeherensif,” kata Ferdinand.

Sebelumnya, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, “Lemahnya TNI salah alamat kalau dipersalahkan kepada Pak Jokowi. Politik anggaran kepada TNI sejak masa reformasi dan selama 10 tahun pemerintahan SBY itu tidak cukup berpihak kepada TNI. Jadi Pak SBY yang jenderal TNI saja tidak berpihak ke TNI,”.

Arsul menyatakan demikian, sebagai respon terhadap video Prabowo Subianto di jejaring sosial Facebook, Selasa (19/6). Video berdurasi 37 menit itu memuat kritik soal ekonomi dan politik Bangsa Indonesia. (MDz)

Komentar

News Feed