Beranda Kriminal & Hukum Gandakan Pembukuan, Dua Direktur BPR Jatilestari Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Gandakan Pembukuan, Dua Direktur BPR Jatilestari Dituntut 3,5 Tahun Penjara

99
0
BERBAGI
alterntif text

Surabaya, Akuratnews.com – Terbukti melakukan penggandaan pembukuan, Dua Direktur BOR Jati Lestari Djoni Harsono dan The Riman Sumargo dua Direktur BPR Jati Lestari, Senin (16/04/18), dituntut pidana selama 3 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Hukum (JPU) dari Kejati Jatim.

Dalam membacakan tuntutannya, Tiga JPU dari Kejati yang diturunkan dalam sidang yakni, Mohamman Novan, Nizar dan Suwanto, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 49 ayat (2) huruf B.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 49 ayat (2) huruf B sebagai mana diatur dalam perbankan, dan menuntut keduanya dengan pidna selama 3 tahun 6 bulan penjara,” terang JPU Suwanto.

alterntif text

Selain kurungan badan, terdakwa yang menggunakan dana pribadi untuk keuntungan pribadi yang dicatatkan dalam pembukuan perusahaan (Bank) juga didenda Rp 5 miliar.

“Mewajibkan kedua terdakwa membayar denda sebesr Rp 5 miliar, dan bila tidak memenuhi maka diganti kurungan selama 6 bulan penjara,” tambah Jaksa Suwanto.

Atas tuntutan tersebut, Budi Kusumaning Atik, selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan akan melakukan pembelaan (Pledoi),” kami akan ajukan Pledoi yang mulia,” ujarnya.

Ditemui usai sidang, saksi (korban) Guntual Laremba menyatakan tuntutan Jaksa sudah sesuai dengan faktanya, namun dirinya menilai masih ada keraguan.

“Kami sangat apresiasi dengan tuntutan Jaksa dan sangat detail, namun ada keraguan karena menuntut dibawah ancaman terendah (lima tahun,” terangnya.

Namun, dirinya tetap menerima atas tuntutan Jaksa terhadap kedua terdamwa tersebut.” Tapi ini sudah dibacakan dalam sidang. Dan kami tetap menghormatinya,” tambahnya.

Sementara Tuti Rahayu istri saksi menyebutkan, dirinya berharap Hakim dapat mengambil keputusan terbaik demi keadilan.

“Terdakwa sudah mengakui saat menjadi saksi mahkota, dimana telah menggunakan dana pribadi atas nma Bank, demi keuntungan pribadi meski menabrak UU Perbankan,” ucapnya.

“Kami harap (Hakim), dalam mengambil keputusan yang tepat. Dan atas rasa keadilan, sesuai dengan tuntutan jaksa yang menyatakan (terdakwa) terbukti bersalah, harus (ditahan) seperti masyarakat umumnya lainnya. Sementara saat ini (tahanan kota) seperti mempunyai hak imunitas,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kasus ini sempat menjadi ramai di internal Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Pasalnya, korban dan keluarganya sempat marah setelah adanya keistimeaan terhadap terdakwa dimana kasusnya tersebut diambil alih oleh Kejagung RI atas perintah Jampidum.

Bahkan, saat itu Guntual dan keluarganya sempat mendokumentasikan peristiwa kisruh tersebut. Tak hanya itu, video berdurasi 6 menit 4 detik itu kemudian diunggah di media sosial dan menjadi viral telah disaksikan ratusan ribu netizen. (Mohammad)

LEAVE A REPLY