oleh

Gatot Sebut Aparat Tak Netral sebagai Pelacur Politik

Jakarta, Akuratnews.com – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo menyampaikan pesan keras terkait netralitas TNI dalam Pilkada 27 Juni 2018 esok. Ia bahkan menyebut oknum TNI yang tak netral sebagai “pelacur politik”.

“Jika ada pimpinan TNI di daerah ini, yang bersikap tidak netral, maka dia adalah pengkhinat, dia adalah pelacur politik, dan pemimpin yang seperti ini suatu saat akan rela mengobankan nyawa anak buahnya untuk kepentingan politik,” kata Gatot dalam pidatonya yang diunggah oleh akun youtube, Juan Migers pada Jumat (22/6/2018).

Netralitas TNI belakangan memang menjadi sorotan. Sehari setelah pernyataan Gatot itu, mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menyampaikan hal senada. Dalam jumpa Persnya di Bogor, Sabtu (23/6/2018), SBY mengklaim memiliki data valid tentang ke-tidak netral-an aparat, bukan hanya TNI, tapi juga Polri dan BIN.

“Kalau pernyataan saya ini membuat Intelijen dan kepolisian kita tidak nyaman dan ingin menciduk saya, silakan. Mengapa saya sampaikan saudara-saudaraku. Agar BIN, Polri, dan TNI netral. Karena ada dasarnya, ada kejadiannya,” kata SBY.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayor Jenderal Muhammad Sabrar Fadhillah pada Sabtu (23/6/2018) memastikan, TNI akan menindaklanjuti bila personel TNI terbukti tidak netral. Sabar bahkan menunggu SBY membeberkan data yang dimilikinya.

“Kami tunggu datanya kalau memang ada (oknum tidak netral) tentu akan ditindaklanjuti,” kata Sabrar.

Senada dengan Sabrar, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan netralitas Polri tidak perlu diragukan. Tito memastikan menindak tegas jajarannya yang tak netral dalam Pilkada 2018.

“Netralitas Kepolisian dalam pelaksanaan Pilkada 2018 adalah harga mati,” kata Tito seperti dikutip dari keterangan resmi Pengamat Pemilu, Natalius Pigai usai pertemuannya denga Tito di bilangan Semanggi, Minggu (24/06/2018). (MDz)

Komentar

News Feed