oleh

Gus Irawan Pasaribu: Cadangan Listrik di Sumatera Utara Surplus

Sumatera Utara, Akuratnews.com – Pasokan listrik di Sumatera Utara dalam keadaan surplus dengan total kapasitas 460 megawatt (MW). Kondisi ini, menyusul beroperasinya pembangkit listrik terapung berkapasitas 240 megawatt (MW) dan Sarulla Geothermal dengan kapasitas 220 megawatt (MW) baru-baru ini.

Hal ini disampaikan ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu dalam seminar bertajuk “Menyorot Kinerja PLN dalam Mengatasi Kelangkaan Listrik di Sumatera Utara” yang diadakan oleh Indonesian Strategy di Aula Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara (UGN) Tor Simarsayang, Kota Padangsidimpuan pada Jum’at (11/05/2018), pukul 14.00 waktu setempat.

“Dengan kondisi seperti itu, tidak akan ada lagi kelangkaan listrik di Sumatera Utara.” kata Gus Irawan.

Seminar dengan jumlah audiens sekira 500-an peserta itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, mahasiswa dan tokoh-tokoh pemerintahan di Padang Sidempuan.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga menyampaikan bahwa jika terjadi pemadaman listrik bukan berarti pasokan listrik tengah kekurangan daya atau energi melainkan kondisi gardu dan jaringan yang mungkin sedang terganggu.

”Jika Gardu Induk sudah ada sementara jaringannya tidak ada maka dayanya juga tidak akan sampai ke pemakai dan jaringan yang ada itu juga sering mengalami masalah. Maka dari itu kenapa terjadi listrik padam, itu karena masalahnya terjadi di jaringan” jelas Gus Irawan.

Terkait kesiapaan jaringan dan Gardu Induk tersebut, Gus Irawan pun memastikan bahwa dirinya tengah mendorongan PLN agar menyelesaikan masalah di sistem jaringan guna mengatasi masalah pemadaman listrik di Sumatera Utara.

Menyinggung soal kenaikan tarif listrik yang terjadi belakangan ini, Gus Irawan menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah kesalahan PLN melainkan karena pemerintah Republik Indonesia saat ini telah mencabut subsidi listrik untuk masyarakat.

Gus Irawan melanjutkan, kondisi surplus-nya pasokan listrik Sumatera Utara saat ini, seharusnya menjadi momentum bagi kebangkitan dunia usaha dan bagi PLN sendiri dalam memenej distribusi listrik agar tercipta efisiensi dan efektifitas sumber daya listrik yang bernilai ekonomi.

“PLN sudah harus menjemput bola ke masyarakat. Karena kondisi listrik kita saat ini berlebih. Saatnya PLN mulai belajar pada dunia perbankan dalam hal memasarkan listrik di Sumatera Utara karena daya yang berlimpah sekarang harus dimanfaatkan dan tidak boleh terbuang,” tutup Gus Irawan. (Mdz)

Komentar

News Feed