Beranda Opini Horor Infrastruktur: Pembangunan Tol Baru dan Bobroknya Perawatan Tol Lama

Horor Infrastruktur: Pembangunan Tol Baru dan Bobroknya Perawatan Tol Lama

136
0
BERBAGI
alterntif text

Opini, Akuratnews.com – Mobil yang saya pacu dengan kecepatan kurang lebih 100 Km/jam melipir oleng di KM 66/ 400 tol Jakarta – Cikampek. Untung posisi mobil masih terkendali. Suara velg beralas ban kempes terdengar nyaring, aku menepi. Istri dan tiga anakku tampak terdiam, pucat.

Alhamdulillah, kami melewati masa-masa paling berbahaya dari kondisi ban bocor di lintasan cepat jalan tol.

Untung saat itu jalur tol belum terlalu padat. Saya memang memilih memulai perjalanan pagi hari pasca subuh agar tidak macet dibilangan Bekasi. Mobil saya pinggirkan di jalur evakuasi. Alhamdulillah aman. Setelah periksa kondisi, ban sebelah kiri belakang tampak berlubang sebesar jari kelingking.

alterntif text

Saya perhatikan lintasan yang saya lalui. Dibagian sana terdengar suara aspal tak normal yang dilalui setiap kendaraan melintas. Jalanan yang rusak itu yang menghasilkan suara “grebek” dari setiap roda yang beradu dengan aspal.

Hampir setiap minggu melintasi jalan ini, saya memang kadang berpikir kejadian ini pasti akan menimpah saya. Karena kualitas jalan tol ini semakin hari semakin buruk. Bagi kawan-kawan yang sering melintasi tol Cipularang – Cikampek – Jakarta pasti sering merasakan buruknya kualitas jalan tol dijalur ini.

Jalanan berlubang dibanyak titik ditengah laju kendaraan yang dipacu dengan kencang pasti sangatlah berbahaya.

Saya telephone bantuan pusat informasi Jasa Marga. Bantuan tiba 1 jam dari janji 30 menit janiji operator. Ternyata derek gratis itu punya skema tersendiri. Intinya saat itu layanan yang saya terima tidak gratis. Mereka meminta 200.000-an meski diantar hanya ke rest area 72 (6 KM dari lokasi).

Saya kira saya sedang dikerjai petugas ini, ternyata setelah saya telehone kembali ke layanan informasi, benar: ada tarif yang kalkulasinya nyaris persis dengan harga yang ditawarkan kesaya oleh petugas. Gratis apaan?!

Sambil proses derek, dari petugas saya tau bahwa kejadian seperti yang saya alami ini kerap terjadi. Volume kendaraan dengan kerusakan sejenis sering menimpa pengemudi karena banyaknya bagian jalan yang rusak berlobang.

Nyawa pengguna jalan dipertaruhkan. Ini tentu bukan saja akan berdampak pada kerugian materil pengguna jalan, tetapi juga mengancam jiwa manusia.

Situasi itu sebenarnya miris buat kita. Sisi ruas jalan tol Cikampek – Jakarta saat ini tengah dibangun proyek jalan tol layang yang menghabiskan anggaran sebesar 13 triliun rupiah. Jalan baru ini dibangun sepanjang 36 KM dan diproyeksikan selesai pada bulan maret 2019.

Tapi disisi yang lain perawatan kualitas jalan yang sudah ada tampaknya tidak dilakukan secara maksimal. Tidak sesuai dengan progress kenaikan tarif tol yang berlangsung dari waktu kewaktu.

Pemerintah Jokowi hingga kini sudah mencetak 1.426 hutang baru. Sebagian besar digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Klaim pemerintah hingga saat ini sepanjang 2.623 km jalan telah dibangun.

Beberapa yang telah selesai bahkan sudah ditawarkan kepada pihak asing pengelolaannya. Sebut saja tol Becakayu dan Medan Binjai ditawarkan kepada swasta satu hari sejak diresmikan.

Seiring deru hutang yang terus melambung dan usaha pemerintah untuk menawarkan infrastruktur untuk dikelola oleh swasta, kita juga dihadapkan pada buruknya infrastrukur tol yang sudah ada. Miris hati kita menerima keadaan seperti ini; jalan tol yang bahkan berbayar itu tidak memiliki standar keselamatan yang tinggi bagi penggunanya.

Oleh: Gusmiyadi Goben
Aktivis Indonesia Bergerak

LEAVE A REPLY