oleh

Ini 4 Kesepakatan MUI-Kemenkes Terkait Polemik Vaksin MR

Jakarta, Akuratnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pandangannya terhadap rencana penggunaan vaksin Measles dan Rubella (MR). Hal itu dilakukan dalam pertemuan dengan pihak Kementerian Kesehatan di Kantor MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Turut hadir diantaranya Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Niam Sholeh. Sementara dari Kemenkes yakni Menkes Nila Moeloek serta Dirut PT. Biofarma Rahman Rustam selaku importir vaksin MR yang digunakan untuk program imunisasi MR.

“Produk vaksin MR belum dimohonkan sertifikasi halal, sehingga belum ada pemeriksaan,” kata Asrorun dalam keterangan tertulis yang diperoleh, Sabtu (4/8/2018).

Dengan demikian, tidak bisa dikatakan bahwa vaksin yang diproduksi Serum Institut of India (SII) tersebut halal atau haram. Asrorun lantas menegaskan keresahan masyarakat mengenai informasi kehalalan vaksin yang simpang siuran perlu segera direspon secara bijak agar ada kepastian serta ada panduan keagamaan yang tepat.

Beberapa kesepakatan yang menjadi hasil pertemuan adalah pertama, Menkes dan Dirut PT Biofarma berkomitmen untuk segera mengajukan sertifikasi halal atas produk vaksin MR dan permohonan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR.

Kedua, Menkes RI atas nama negara mengirim surat ke SII untuk memberikan dokumen terkait bahan-bahan produksi vaksin dan akses untuk auditing guna pemeriksaan halal.

Ketiga, Komisi Fatwa atas permintaan Kemenkes akan segera membahas dan menetapkan fatwa tentang imunisasi MR dengan menggunakan vaksin MR produk SII dalam waktu secepatnya.

Keempat, Menkes RI menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan fatwa MUI.

“Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan tentang kehalalan/kebolehan secara syar’i, tetap dilaksanakan,” pungkas Asrorun.

Seperti diketahui, Kampanye imunisasi vaksin MR tahap dua resmi dilaksanakan sejak Rabu (1/8). Kementerian Kesehatan menargetkan 31.963.164 anak di 28 provinsi, 4.884 kecamatan, dan 6.369 puskesmas yang tersebar di 52.482 desa dan kelurahan. (Ysf)

Komentar

News Feed