Beranda Internasional Ini Data PBB soal Serdadu Irak Tewas di Tangan ISIS

Ini Data PBB soal Serdadu Irak Tewas di Tangan ISIS

1 views
0
BERBAGI
alterntif text

Newyork, Akuratnews.com – PBB mengungkapkan, setidaknya 1.959 anggota pasukan keamanan Irak tewas di seluruh negeri sepanjang bulan November.

Data ini hampir tiga kali lipat dibanding angka bulan Oktober, ketika pemerintah melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali kota Mosul dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Sementara jumlah warga sipil yang tewas pada bulan November adalah 926 orang, dan 930 lainnya luka-luka.

Perwakilan khusus PBB untuk Irak, Jan Kubis, mengatakan tingginya angka korban ini ‘mengejutkan.’

“Dalam keadaan putus asa untuk mempertahankan wilayah Mosul dan Nineveh yang dikuasainya, ISIS telah menggunakan taktik paling ganas, menggunakan rumah warga sipil sebagai posisi tempat menembak. Mereka juga menculik dan memaksa warga sipil pindah, dan menggunakan warga sebagai perisai hidup,” tambahnya.

Kubis mencatat bahwa dalam serangan ke kota Mosul selama enam minggu, pasukan keamanan Irak menyatakan bahwa mereka berupaya maksimal menghindari jatuhnya korban di pihak sipil.

Provinsi Baghdad, tempat para militan ISIS melakukan serangkaian pemboman bulan lalu, merupakan wilayah yang terkena dampak paling buruk, sebanyak 152 korban sipil tewas dan 581 lainnya luka-luka. Di provinsi Nineveh, tempat kota Mosul berada, sebanyak 332 orang tewas dan 114 orang lainnya luka-luka.

Belum ada rincian per wilayah terkait jumlah korban jatuh di pihak pasukan keamanan, yang meliputi tentara, polisi , para pejuang Kurdi Peshmerga, pasukan kementerian dalam negeri, dan para milisi.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa serangan untuk merebut kembali kota Mosul bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan mendorong lebih dari 1,5 juta warga sipil yang diyakini tinggal di sana untuk mencoba meninggalkan rumah-rumah mereka.

Sedikitnya 77.000 orang telah mengungsi sejauh ini, dan masih banyak warga yang tinggal di rumah-rumah mereka seperti yang disarankan pemerintah.

Pada hari Rabu (30/11/2016), PBB memperingatkan bahwa sebanyak setengah juta orang di Mosul – hampir setengahnya adalah anak-anak di kota itu – dilaporkan kesulitan akses memperoleh air bersih setelah saluran pipa air utama rusak akibat pertempuran.

Kerusakan saluran pipa air terletak di daerah yang masih dikuasai oleh ISIS, sehingga mustahil untuk diperbaiki dengan cepat.

Baru-baru ini, pihak berwenang Irak mengangkut persediaan air bersih dengan truk ke wilayah timur yang berhasil direbut kembali, tapi pasokan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

Jika saluran pipa air tidak bisa diperbaiki dalam beberapa hari ke depan, PBB mengatakan, warga sipil juga terpaksa harus menuju ke sumber air yang tidak aman, dan anak-anak bisa terkena risiko penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare dan ancaman gizi buruk.

alterntif text

LEAVE A REPLY