oleh

Isu Pemurtadan Pengaruhi Kinerja Zakat

Depok, Akuratnews.com – Selain menjadi lembaga yang menyalurkan zakat dari para muzakki (orang yang memberi zakat) kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Lembaga zakat juga memiliki visi dakwah yang harus dilakukan.

Salah satu upaya dakwah yang dapat dilakukan oleh lembaga zakat adalah dengan melakukan tindakan preventif dan akuratif terhadap isu pemurtadan yang ada di suatu daerah.

Dalam sambutannya, Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas), Irfan Syauqi Beik menjelaskan, bahwa isu terkait pemurtadan menjadi penting untuk dibahas karena akan mempengaruhi kinerja dari zakat pada khususnya dan kondisi Islam pada umumnya.

Ia mengungkapkan, Hasil dari kajian Indeks Rawan Pemurtadan, Konsep Baznas implementasi pengukuran akan menjadi sebuah batu loncatan bagi Bdalam memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah yang rawan pemurdatan.

“Program-program yang dilakukan pun akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam menanggulangi isu tersebut,” kata Irfan saat menggelar seminar nasional ‘Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran’ di salah satu hotel dikawasan Margonda, Depok, Kamis (9/8/2018).

Sedangkan menurut Wakil Direktur 1 Puskas Baznas, Soleh Nurzaman memaparkan mengenai hasil dari kajian tersebut, didapatkan Indeks Rawan Pemurtadan (IRP) pada masing-masing kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

“Nilai indeks dibagi menjadi 4, yaitu 0,00-0,25 untuk kabupaten/kota dengan IRP rendah, 0,26-0,50 untuk kabupaten/kota dengan IRP cukup tinggi, IRP 0,51-0,75 untuk kabupaten/kota dengan IRP tinggi dan 0,76-1,00 untuk kabupaten/kota dengan IRP sangat tinggi,” tuturnya.

Muallaf Center Baznas (MCB) sendiri dalam merealisasikan dakwah zakat terhadap muallaf/komunitas rawan pemurtadan. Pemetaan yang dihasilkan dari kajian Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran akan membantu MCB untuk mengetahui daerah-daerah prioritas yang dapat dibantu terkait dengan isu pemurtadan.

Sementara itu, Ketua Baznas Bambang Soedibyo menilai, masukan bahwa penurunan umat muslim adalah isu yang patut untuk diperhatikan. Menurutnya, ada tiga faktor yang mempengaruhi, yaitu faktor kelahiran, migrasi dan perpindahan agama (murtad).

“Jika penurunan jumlah penduduk muslim dipengaruhi oleh perpindahan agama, maka memang sudah menjadi kewajiban BAZNAS sebagai lembaga zakat, yang juga memiliki peran dalam hal dakwah, untuk melakukan kajian terkait isu tersebut,” ujar ketua Baznas. (Yan)

Komentar

News Feed