oleh

Izin Impor Beras Sesi ke-2, Gerindra: “Malapetaka Bagi Pertanian Indonesia”

Jakarta, Akuratnews.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyoroti izin impor beras sesi kedua yang diberikan Kemendag kepada Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) baru-baru ini sebagai malapetaka bagi pertanian Indonesia.

“Baru di pemerintahan Jokowi inilah impor sebanyak ini dilakukan pemerintah. Di tengah anjloknya nilai tukar rupiah sangat aneh apabila uang kita dipergunakan untuk membeli beras dari petani negara lain dalam jumlah fastastis. Petani kita ya tambah hancur,” kata Ferry kepada Akuratnews.com, Senin (28/08/2018).

Dengan adanya penambahan izin impor beras sesi kedua ini, maka pemerintah melalui Kemendag telah mengeluarkan izin impor beras sebanyak 1 juta ton sepanjang tahun 2018. Sesi pertama pada 15 Januari 2018 sebanyak 500 ribu ton dan 500 ribu ton sisanya pada sesi kedua baru-baru ini.

Menurut Ferry, di tengah anjloknya nilai tukar petani saat ini maka kebijakan tersebut dinilai sangat anti rakyat dan terkesan hanya mencari keuntungan.

Ferry melanjutkan, jika Jokowi berpihak pada rakyat, seharusnya Ia memerintahkan upaya mobilisasi pengadaan gabah beras dalam negeri secara maksimal terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan sebenarnya di lapangan.

“Sebaiknya DPR melakukan investigasi soal impor beras ini secepatnya, jangan dianggap remeh. Ini masalah yang sangat penting karena negara kita sebagian besarnya adalah petaniā€ ujar Ferry yang pernah menjadi Ketua Umum Dewan Tani Indonesia itu.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, keputusan izin impor tahap kedua ini demi menjamin ketersediaan stok beras nasional. Keputusan ini, juga telah melalui proses Rapat Koordinasi (Rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Pokoknya saya sudah menjalankan tugas saya dengan memberikan persetujuan impor untuk 500 ribu ton di tahap kedua,” ujar Oke di kantor Menko Perekonomian, Jakarta pada Selasa (15/5/2018).

Bicara stok, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumadjo Gatot Irianto mengatakan, 1.295.333 ton stok beras nasional saat ini sebenarnya adalah jumlah yang cukup. Jumlah itu pun, hampir bisa dipastikan terus bertambah mengingat panen masih berlangsung sepanjang tahun.

“Dan serapan gabah juga masih tinggi. Serapan Bulog per hari masih di atas 15 ribu ton per hari. Ada juga 8 ribu ton, 10 ribu ton artinya masih cukup,” katanya. (Mdz)

Komentar

News Feed