oleh

Jadikan Musuh Bersama, Sahabat Polisi Ajak Masyarakat Perangi Radikalisme

Jakarta, Akuratnews.com – Forum Sahabat Polisi mengadakan dialog dengan mengangkat tema “Dialog Sambil Ngabuburi, Sahabat Polisi Ajak Masyarakat Perangi Radikalisme”, bertempat di rumah makan dibilangan Matraman, Jakarta Timur. Jumat (8/6).

Ketua Umum Sahabat Polisi, Fonda Tangguh mengatakan, salah satu persoalan yang dialami bangsa Indonesia dewasa ini adalah membiaknya paham radikalisme dan terorisme.

Paham tersebut juga dibarengi dengan fanatisme religius yang salah kaprah memaknai kebhinnekaan serta Pancasila sebagai ideologi final bangsa dan negara Indonesia.

“Tentang suatu ideologi yang ingin pengganti Pancasila dan dilakukan oleh beberapa kelompok sengaja untuk merusak paham ideologi kita. Ini tentu persoalan serius bagi kita semua,” kata Fonda.

Ia mengatakan bahwa kebhinnekaan bagi bangsa Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri. Namun, paham radikal dan terorisme yang muncil justru mencoba merusaknya semua. Maka dari itu, Fonda menyatakan paham radikalisme dan terorisme merupakan common enemy.

“Bhinneka Tunggal Ika harus tetap terjaga dan menjadi pondasi di negeri ini. Radikalisme dan terorisme adalah musuh kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fonda mengajak kepada seluruh Mahasiswa, Pemuda dan masyarakat Indonesia secara luas untuk saling bergandengan tangan melakukan perlawanan terhadap terorisme di Indonesia.

“Kami dan Polri mengajak teman-teman semua untuk bersama-sama bertindak tegas terhadap radikalisme di negeri ini,” ujarnya.

Salah satu pembicara pada kegiatan dialog tersebut, Drs. H. Abdul Fatah Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI) mengatakan, pengangkatan tema yang menjadi topik pertemuan kali ini sudah tepat.

“Saya kira sangat tepat, karna menghadapi kelompok-kelompok radikal itu tidak hanya problem negara Indonesia,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, krisis pangan serta krisis energi menjadi salah satu tumbuhnya radikalisme di negara-negara di dunia.

“Semua negara di dunia diera global saat ini dimana problemnya hampir sama, yaitu krisis pangan dan krisis energi, dan ini akan menumbuhkan radikal-radikal yang memancing di air keruh, jadi bukan hanya di Indonesia,” katanya.

Oleh sebab itu, sambung Abdul Fatah, kita sebagai bangsa yang plural dimana banyak pintu masuknya paham-paham radikal itu kita harus lebih dini kita sadar tentang bahayanya gerakan-gerakan radikal itu untuk menjaga keutuhan dan kesatuan negara Indonesia.

Menanggapi pertemuan ini, Sekjek DPP IPI yaki Sahabat Polisi ini mempunyai misi yang sangat bagus untuk merubah paradigma masyarakat dan menunjukan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum kita.
Ia berharap, pertemuan kali ini sapat membuahkan halil positif.

“Minimal silaturahim ini bisa berkembang kepada generasi-generasi muda ditempat yang lain,” pungkasnya. (Yan/AH)

Komentar

News Feed