oleh

Kadispenad: Peristiwa Depok Momentum TNI -Polri Menata Sinergitas dan Soliditas

Jakarta, Akuratnews.com – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menyampaikan, bahwa dalam menyikapi peristiwa ini, TNI AD tetap berkomitmen dan percaya akan integritas Polri yang promoter dalam penanganan kasus ini.

“Secara organisasi, TNI AD tetap solid dan senantiasa siap mengemban amanah rakyat Indonesia yang diantaranya bermitra dengan Polri dalam turut serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya menyambut Idul Fitri, Pilkada serentak sertak, Asian Games 2018 dan rangkaian Pilleg dan Pilpres 2019,” kata Kadispenad dalam press rilisnya yang diterima redaksi Akuratnews.com, Senin (11/6).

TNI Angkatan Darat menyadari bahwa rasa duka dan kehilangan yang dirasakan keluarga korban tidak hanya dirasakan oleh prajurit TNI AD semata, namun juga dirasakan oleh rekan-rekan Polri dan rakyat Indonesia.

“Saya berharap peristiwa ini adalah yang terakhir, TNI AD telah menekankan ke seluruh jajaran agar dapat menyikapi kejadian dengan bijak dan jangan mengambil langkah-langkah atau tindakan yang justru akan merugikan diri sendiri maupun Institusi,” tuturnya.

Kedepan, sambung Brigjen TNI Denny, soliditas dan sinergitas TNI-Polri harus direalisasikan sebagai bagian dari keluarga besar yang erat dan lekat, baik ditingkat pucuk pimpinan maupun anggota, karena sudah sekian lama rakyat Indonesia merindukannya.

Pada kesempatan ini, atas nama Angkatan Darat, Kadispenad telah menyampaikan ke seluruh jajaran untuk lebih dapat menyaring dan menjaring berita secara cerdas dan bijak

“Sesungguhnya situasi seperti saat ini, sangat mudah dimanfaatkan pihak lain untuk memprovokasi dan mengadu domba Institusi TNI dan Polri,” ujar Lulusan Akmil 1988 itu.

Kadispenad juga berharap agar peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu di Cijantung agar tidak begitu saja dikaitkan dengan peristiwa di Depok.

“Kita tidak boleh berasumsi bahwa setiap peristiwa selalu terkait, oleh karenanya semuanya harus bisa menahan diri untuk tidak berpolemik. Kasihan masyarakat, jika kita disibukan dengan masalah internal. Kapan kita bisa fokus menata masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” Pungkasnya.

Terkait kasus tersebut, TNI Angkatan Darat menyerahkan semua permasalahan ini melalui jalur hukum yang sepatutnya.

Perlu diketahui, dua orang anggota TNI Kodam Jaya jadi korban penusukan oleh orang tak dikenal, Kamis, 7 Juni 2018 sekira pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Billiar Al Diablo, Jalan Raya Bogor KM 30. Sebelum mengalami luka tusuk, sempat ada keributan yang melibatkan keduanya dengan orang tak dikenal itu.

Dua korban adalah Serda Darma Aji dan Serda Nikolas Kegomoi. Meski sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Serda Darma Aji akhirnya meregang nyawa.

Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jumat 8 Juni 2018. Sementara itu, satu korban lainnya, yakni Serda Nikolas Kegomoi hingga kini masih dirawat intensif di rumah sakit tersebut.

Delapan dari tiga anggota Brimob yang diduga melakukan penusukan kepada dua anggota Kodam Jaya, Serda Darma Aji dan Serda Nikolas Kegomoi, ditetapkan jadi tersangka. Ketiganya juga sudah ditahan atas kejadian itu.

“Saat ini Polda Metro Jaya sudah menetapkan tiga tersangka terhadap insiden tersebut. Pasal yang dipersangkakan adalah 170 jo 351 ayat 3,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen (Pol) M. Iqbal, Senin (11/6). (Red)

Komentar

News Feed