oleh

KAMMI Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Irfan Ahmad Fauzi meminta Pemerintah menetapkan status gempa Lombok sebagai bencana nasional. Hal itu lantaran gempa Lombok sudah menelan korban ratusan jiwa dan menyebabkan ribuan rumah serta fasilitas publik lainnya hancur.

“Pemerintah mau menunggu apalagi? Mau berapa ratus korban lagi yang harus meninggal? Jangan sampai Pemerintah diadili publik karena dianggap tidak maksimal menangani bencana ini,” kata Irfan di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Menurut Irfan, penanganan gempa Lombok tidak akan mampu hanya ditangani oleh Pemerintahan daerah. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Pemerintah untuk menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional agar dapat ditangani secara maksimal.

“Pemda NTB tidak akan mampu maksimal menangani bencana ini. Apalagi dari perkiraan BMKG, gempa Lombok ini akan terus berlangsung selama beberapa bulan kedepan. Jadi artinya, ini akan terus menerus terjadi dan tidak akan berhenti dalam waktu dekat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan pihaknya telah menerjunkan relawan yang tergabung dalam Rumah KAMMI Peduli (RKP) untuk menggalang dana dan membantu para korban di Lombok. Namun, menurutnya hal ini tidak akan bisa bertahan lama.

“KAMMI melalui rumah RKP terus mengirim bantuan kesana. Tapi ini tidak mungkin terus-terusan bertahan lama. Kita bergantung pada dana bantuan masyarakat,” sebut Irfan.

“Jadi dari cerita teman-teman di sana hampir setiap hari 4 sampai 5 kali terjadi gempa. Jadi tidak alasan lagi menunda statusnya menjadi bencana nasional,” pungkasnya. (Ysf)

Komentar

News Feed