Beranda Hukum Kasus Pembunuhan di Pulomas, Kapolda: Murni Perampokan

Kasus Pembunuhan di Pulomas, Kapolda: Murni Perampokan

105
0
BERBAGI
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menegaskan kasus pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/16) lalu, murni perampokan.

“Saya katakan, bahwa kasus yang terjadi di Pulomas adalah murni perampokan,” kata Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (1/1/17).

Pernyataan Iriawan tersebut, secara tak langsung membantah adanya kabar yang menyebutkan peristiwa pembunuhan di Pulomas merupakan kasus persaingan bisnis atau cinta segi tiga.

Adanya fakta bahwa kasus Pulomas merupakan murni perampokan, diketahui setelah adanya penuturan pelaku kepada penyidik. Saat itu pelaku menyatakan, keinginannya untuk merampok ketika melihat kondisi pagar rumah milik Ir Dodi Triono terbuka.

“Saat itu para pelaku melihat adanya kesempatan ketika melihat pagar (rumah) terbuka. (rencana) Terjadi begitu saja, tak ada perencanaan,” ujarnya.

Ius ditangkap petugas Reskrimum Polda Metro dan Polres Jakarta Timur di sebuah pool bus yang berada di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (1/1/17) dini hari tadi.

Dengan tertangkapnya Ius, maka polisi telah berhasil membekuk seluruh pelaku perampokan di Pulomas, Jakarta Timur.

Dijelaskan Iriawan, setelah tertangkapnya Ius, pihaknya akan mencari barang bukti lain, termasuk hasil kejahatan. Petugas menurutnya akan menggeledah kontrakan tersangka di bekasi dan tempat dimana hasil perampokan dijual.

“Setelah ini kita fokus mencari barang bukti lain, termasuk hasil perampokan dengan menggeledah rumah kontrakan (Ius) di bekasi, dan mendatangi toko dimana pelaku menjual hasil rampokannya,” tuturnya.

Dugaan perampokan terjadi di rumah Ir Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. Berdasarkan data dari kepolisian, enam korban meninggal dunia adalah pemilik rumah Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel (9), Yanto, dan Tasrok (40).

Sementara lima korban yang masih hidup adalah Emi (41), Zanetta Anette Kslila (13), Santi (22) yang merupakan pembantu, Fitriani (23), dan Windy (23).

Keterangan yang disampaikan polisi, ke 11 penghuni rumah mewah itu diduga disekap dalam satu kamar mandi berukuran 2×1 meter. Kamar mandi terkunci dari luar dan enam korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen. (Arham)

alterntif text

LEAVE A REPLY