Beranda Hukum Kelompok Teroris Jatiluhur “Korban” Doktrin Dari Tersangka Teroris Cigondewah

Kelompok Teroris Jatiluhur “Korban” Doktrin Dari Tersangka Teroris Cigondewah

113
0
BERBAGI
Ilustrasi Densus 88
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Kelompok jaringan teroris Jatiluhur yang dibekuk tim Densus 88 pada Minggu (25/12/16) lalu, tak terbentuk sendiri atau dibaiat melalui sosial media. Kelompok Jatiluhur mengalami doktrinisasi dari kelompok teroris Cigondewah 2013 lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menuturkan, kelompok teroris Jatiluhur merupakan ‘korban’ doktrin dari tersangka teroris Cigondewah.

Hal itu diketahui setelah ke empat kelompok teroris Jatiluhur, beberapa kali mendatangi Lapas di mana salah satu teroris Cigondewah ditahan di Madiun.

“Mereka didoktrin oleh yang di Cigondewah, pada tahun 2013. Dan saat ini satu orang ada di lapas di Jawa Timur. Orang ini membuat sel baru yang anggotanya 4 orang di Jatiluhur itu,” terang Martinus di Mabes Polri, Selasa (27/12/16).

Dijelaskannya, yang berhubungan langsung dengan tersangka teroris Cigondewah adalah Abu Fais dan Abu Sofi. Salah satu tersangka terorisme Cigondewah 2013 lalu ditahan di Lapas Madiun.

Meskipun berbeda jaringan, namun kelompok teroris Jatiluhur ini tetap berafiliasi dengan Bahrun Naim dan ISIS.

“Afiliasinya tetap ke ISIS, di dalam kelompok teror ada jaringan, di jaringan itu ada sel-sel terpisah yang berafiliasi kepada Bahrun Naim,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 2013 lalu di Cigondewah Hilir, Bandung, tiga terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan Tim Densus 88 Anti Teror, yakni Budi Syarif alias Angga, Sarane dan Jonet. Sedangkan Haris Fauzi ditangkap oleh petugas saat bersembunyi di bak di rumah kontrakan mereka.

Satu tersangka lainya ditangkap dari Cipacing, Kabupaten Sumedang bernama Masum yang ditangkap oleh tim. (Maria)

alterntif text

LEAVE A REPLY