Beranda Politik Ketua MPW PKS Jabar Menilai Batalnya Dukungan Gerindra Karena Kurang Komunikasi

Ketua MPW PKS Jabar Menilai Batalnya Dukungan Gerindra Karena Kurang Komunikasi

4 views
0
BERBAGI
alterntif text

Bandung, Akuratnews.com –  Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat Oded M. Danial angkat bicara terkait keputusan DPD Gerindra untuk menarik dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu. Oded menilai, keputusan tersebut terjadi karena kurang komunikasi antara Gerindra dan PKS.

“Saya kira politik itu kemarin sudah ada keputusannya dengan ketua umum. Kalau ada yang masih pandangan lain di daerah, ya ini perlu silaturahmi saja harus ketemu, komunikasi saja,” kata Oded saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (12/09/17).

Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung ini mengatakan, masih belum terjadi persamaan persepsi di tingkat daerah terkait pengusungan pasangan Demiz-Syaikhu. Oded pun mengaku akan kembali membuka komunikasi dengan PKS terkait koalisi yang telah disepakati beberapa waktu lalu.

“Pandangan di lapangan mungkin berbeda. Kembali menjalin komunikasi dengan Gerindra baik tingkat pusat hingga daerah,” tutur Oded.

Oded mengaku, pengusungan Demiz-Syaikhu merupakan kebijakan dari pusat baik Gerindra maupun PKS meski belum ada deklarasi secara resmi. Akan tetapi Oded menilai masih terdapat pihak yang belum satu suara ditingkat daerah.

“Kita mengamalkan intruksi pusat, kita di wilayah menjalankan. Itu sudah keputusan dengan dua partai di pusat. Jika masih ada pihak-pihak yang masih belum satu suara, itu perlu diperbaiki ditingkat wilayah atau pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Koalisi Gerindra dan PKS untuk Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 terpecah. DPD Gerindra Jabar batal memberi dukungan pada pasangan Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu.

Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi mengatakan, pasangan yang diberitakan 17 Agustus lalu untuk mengusung Demiz-Syaikhu sejauh ini menjadi sulit untuk direalisasikan. Sebab, dalam acara konsolidasi PKS Kabupaten Bandung, Syaikhu merasa belum tenar di Bumi Pasundan. (As)

alterntif text

LEAVE A REPLY