oleh

Kohanudnas Menggelar Komsos Netralitas TNI Dalam Menghadapi Pilkada dan Pilres 2019

Jakarta, Akuratnews.com – Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menggelar Diskusi Komunikasi Sosial (Komsos) Tahun 2018, bertempat di Aula Leo Wattimena Kohanudnas, Jalan Mustang No 5 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (30/5).

Komsos tersebut mengusung tema “Dengan Komsos TNI, Kita Pelihara Netralitas TNI dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Untuk Mewujudkan TNI Yang Siap Melaksanakan Tugas Pokok”, itu menghadirkan pembicara Dr. Connie Rahakundini selaku Pengamat Militer Indonesia. Serta Abhan S.H. Kepala Bawaslu Indonesia.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, S.E. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kaskohanudnas Marsekal Pertama Arif Mustofa mengatakan, acara ini dilakukan sebagai salah satu metode menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap Kohanudnas, TNI, Bangsa dan Negara.

“Mengingat bangsa kita saat ini tengah menyiapkan pelaksanaan pilkada 2018, dan pemilihan umum 2019 mendatang,” tuturnya.

Topik yang diangkat saat ini adalah mengenai pentingnya memelihara netralitas TNI dalam pemilu dan urgensi kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Sebagai bagian dari komponen bangsa TNI khususnya Kohanudnas akan senantiasa merangkul berbagai lapisan yang ada disekelilingnya untuk menumbuhkan sikap saling pengertian dan kebersamaan,” ungkapnya.

Tumbuhnya sikap pengertian dengan berbagai pihak tentu akan berdampak pada jalinan erat TNI, dengan segenap komponen bangsa, bahkan dari jalinan erat yang terbina akan menumbuhkan aksi kepedulian dan pertisivasi masyarakat untuk mendukung tugas-tugas TNI, dalam upaya pertahanan udara secara menyeluruh.

Dengan mengangkat tema seperti yang disebutkan diatas guna memberikan pengertian pemahaman sekaligus mempersiapkan TNI dan masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Pada hakekatnya Netralitas TNI merupakan amanat untuk pelaksanaan reformasi internal TNI sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pengertian netralitas TNI adalah TNI bersikap netral dalam politik dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis.

“Apabila ada prajurit TNI yang akan mengikuti pemilu atau pilkada, maka harus membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari dinas aktif sebelum pemilukada,” tegasnya.

Sebagai salah satu komponen bangsa, TNI dengan kekuatan yang dimilikinya akan menarik berbagai partai politik, agar mendukungnya guna melampaui suara yang banyak dalam pemilihan umum.

“Komsos ini diharapkan peran netralitas TNI dapat diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan pemilu mendatang,” tandasnya. (Yan)

Komentar

News Feed