Beranda Nasional Ekonomi Komisi Persaingan Singapura Menduga Merger Grab-Uber Langgar Undang-Undang Persaingan

Komisi Persaingan Singapura Menduga Merger Grab-Uber Langgar Undang-Undang Persaingan

53
0
BERBAGI
alterntif text

Singapura, Akuratnews.com – Komisi Persaingan Singapura (CCS) mengaku memiliki alasan yang kuat untuk mencurigai bahwa merger Grab dan Uber untuk pasar Asia Tenggara telah melanggar UU Persaingan.

Ia juga mengusulkan langkah-langkah sementara untuk mempertahankan persaingan pasar dan mengundang perusahaan untuk mempresentasikan posisi mereka sebelum memutuskan apakah akan memberlakukan tindakan tegas.

“CCS mulai mencari akusisi Grab atas operasi Uber di Asia Tenggara pada Selasa (27 Maret), sehari setelah kesepakatan itu diumumkan. Perusahaan-perusahaan tidak menginformasikan CCS tentang transaksi itu,” katanya dikutip dari Channel News Asia, Minggu, (01/04/18).

alterntif text

Dia mengatakan bahwa kesepakatan itu dapat menyebabkan pengurangan substansial dari persaingan untuk industri mobil sewaan swasta di Singapura.

CCS belum menyelesaikan penyelidikannya tetapi untuk mempertahankan persaingan dan kondisi pasar, ia mengusulkan beberapa langkah sementara.

CSS meminta agar Uber dan Grab harus mempertahankan harga independen, kebijakan dan produk harga mereka, dan mereka tidak boleh mengintegrasikan bisnis mereka di Singapura.

Mereka juga tidak boleh memperoleh informasi rahasia dari satu sama lain, termasuk yang berkaitan dengan harga, formula, pelanggan dan driver.

Perusahaan-perusahaan akan diberikan kesempatan untuk membuat pernyataan tertulis kepada CCS untuk dipertimbangkan.

“Perlakukan itu akan berlaku sampai selesainya investigasi CCS atau kecuali dinyatakan berbeda oleh CCS,” jelas dia. (red)

LEAVE A REPLY