Beranda Hukum Komnas HAM: Ini Tindakan Represif Pemerintah

Komnas HAM: Ini Tindakan Represif Pemerintah

1 views
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, berkomentar soal penangkapan Rachmawati Soekarnoputri dan Hatta Taliwang yang diduga terlibat pemufakatan jahat hendak menggulingkan pemerintah.

Menurut Pigai, kekuasaan Presiden dibatasi oleh konstitusi negara, karena Presiden adalah pemangku kewajiban atas perlindungan dan pemenuhan HAM. Sedangkan rakyat kedudukannya sebagai pemilik hak, maka rakyat berhak menilai dan mengkritisinya. “Kritikan rakyat itu merupakan hak konstitusional warga negara, termasuk perbuatan atau tindakan mengganti Presiden di tengah jalan asal konstitusional melalui parlemen,” kata Natalius melalui keterangan tertulisnya, Kamis, (8/12/16).

Dia menjelaskan dalam kondisi tertentu atau situasi yang terpaksa, Presiden memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pernyataan darurat (state in emergency). “Demikian pula rakyat juga memiliki kesempatan untuk melakukan pengambilalihan kekuasaan, apakah melalui people power ataupun kudeta (militer atau sipil),” ujarnya. Dia mengatakan langkah itu dilakukan hanya semata-mata demi pemulihan stabilitas sosial dan integritas nasional. “Dan itu selain sudah dipraktikkan di negara kita, juga di negara-negara lain.”

Di perguruan tinggi, kata dia, hal tersebut diajarkan dalam ilmu politik. “Yang tidak dibenarkan adalah kudeta atau makar yang bersifat inkonstitusional yang menimbulkan instabilitas nasional, pelanggaran HAM, dan menghilangkan demokrasi dan kedigdayaan sipil,” kata Natalius. “Sepanjang masih konsitusional itu tidak masalah.”

Natalius berpendapat penangkapan Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan pada 2 Desember maupun Hatta Taliwang pada 8 Desember menujukkan tindakan represif pemerintah. “Jangan sampai terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power),” kata dia.

Polisi menangkap 11 orang di lokasi berbeda pada Jumat dinihari hingga pagi, 2 Desember 2016. Di antaranya adalah Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan Ahmad Dhani. Mereka diduga terlibat dalam pemufakatan jahat hendak menggulingkan pemerintah yang sah. Mereka diduga hendak menggerakkan massa Aksi Bela Islam III yang menggelar doa bersama di Monas untuk menduduki DPR-MPR. Sedangkan Hatta Taliwang ditangkap pada Kamis dinihari, 8 Desember 2016. Dia diduga berhubungan dengan rencana Rachma dan kawan-kawan. (Lukman)

alterntif text

LEAVE A REPLY