oleh

KSP Merespon ‘Quick Count’ Pilkada 2018 sebagai Peta Jalan Jokowi 2 Periode, Pengamat: Layak Dibubarkan

Jakarta, Akuratnews.com – KSP merespon hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 versi hitung cepat sebagai potret perjalanan Jokowi dua periode. Pengamat menilai, tabir politis di tubuh KSP semakin tersingkap.

“Dengan statement itu makin terbuka. Ada upaya telah terjadi politisasi KSP,” kata pengamat sosial politik, Andrianto kepada Akuratnews.com, Rabu (27/06/2018) malam.

“Jadi layak dibubarkan,” imbuhnya tegas.

Andri menilai, saat ini telah terjadi malfungsi di tubuh lembaga non struktural yang dibentuk berdasarkan Perpres No. 26 Tahun 2015 itu. KSP yang sedianya berfungsi membantu Jokowi sebagai presiden, malah tampak seperti membantu Jokowi sebagai calon presiden mendatang.

Situs resmi KSP sendiri menyebutkan, KSP bertugas membantu Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kelancaran pengendalian Program-Program Prioritas Nasional dan penyelenggaraan Komunikasi Politik Kepresidenan serta Pengelolaan Isu Strategis.

Sehingga, kata Andrianto, menjadi pantas jika banyak publik menilai KSP sebagai lembga yang tidak jelaas hanya menghabiskan anggaran negara.

“Semestinya unit presiden cukup Seskab dan Sesneg. Jadinya fokus untuk kerja unit presiden. Memang era Jokowi ini banyak lembaga (tumpang tindih) alias obesitas kelembagaan,” katanya.

Sebelumnya, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Eko Sulistyo kepada detikcom, Rabu (27/6/2018) mengatakan, “Hasil sementara Pilkada Serentak 2018 seperti memberikan peta periode kedua bagi Pak Jokowi makin jelas,”.

Eko melanjutkan, pada konteks teritorial terutama di Jawa, yakni Jatim, Jateng, dan Jabar, yang memiliki jumlah pemilih besar, kombinasi partai dan aktor hasil Pilkada 2018, seperti memperlihatkan mengadvokasi rute jalan 2019 bagi Presiden Jokowi. (MDz)

Komentar

News Feed