Beranda Opini Lagi, Prabowo Diserang

Lagi, Prabowo Diserang

104
0
BERBAGI
alterntif text

Opini, Akuratnews.com – Gagal dengan isu King Maker, kini kelompok-kelompok yang takut dengan pencalonan Prabowo menjadi Presiden mulai menggoreng wacana “Keraguan Prabowo”. Jawaban dengan nada rendah hati saat ditanya soal pencalonannya ditangkap dan dibelokan menggunakan kata ragu dan galau.

Pasal keraguan ini bermula dari statemen Prabowo saat ditanya soal deklarasi pencalonannya:

“Deklarasi itu kan kalau ada tiket, kan kalau ada tiket dan juga belum tentu situasi kan berkembang ya, kita berpikir positif, sabar-sabarlah, kita cari yang terbaik,” kata Prabowo di sela Rakernas Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/4).

alterntif text

Sontak media-media mainstream bersemangat sekali seakan mendapat mainan baru. Rentetan pemberitaan dengan frameing yang melemahkan Prabowo bermunculan. Sadis sekali, judul-judul berita menjadi liar; Jokowi Pasti, Prabowo Disindir Jenderal Galau; Prabowo Ragu Nyapres, PAN: Masa Jenderal Galau? ; Elite PKS: Wajar Prabowo Galau ; Prabowo Merasa Tua, Gatot Berpeluang Jadi Capres.

Statemen Prabowo sesungguhnya merupakan upaya untuk menghargai partai-partai koalisi yang selama ini merapat dengan Gerindra. Karena faktanya, jika merujuk pada hasil pemilu 2014, tidak satu partaipun yang dapat melenggang sendiri untuk mengajukan calon Presiden. Kini partai-partai sekutu Gerindra tengah melakukan konsolidasi secara internal. Prabowo tentu saja sadari itu sebagai sebuah mekanisme partai yang harus dilalui secara normatif.

Kita dapat membaca bahwa serangan bertubi-tubi pada Prabowo ini ditujukan untuk menghentikan langkah pencapresan Prabowo. Setelah gagal dengan isu kesehatan, king maker, Prabowo Wapres Jokowi, Prabowo pesimis, kini mereka mendapatkan kesempatan mendorong wacana galau dan ragu. Padahal, tentu saja pernyataan Prabowo tidak ada kaitannya dengan soal kegalauan dan keraguan.

Media-media mainstream kini sangat sulit dijadikan rujukan. Mereka kerap hanya menjadi bagian dari skenario besar untuk menumpas kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kekuasaan. Sikap Prabowo selalu lugas. Tentu ia bukan pemimpin peragu atau malah planga plongo.

Berulang-ulang Prabowo mengatakan;
“Kalau saya dibutuhkan rakyat, rakyat merasa saya bermanfaat, saya wajib untuk menawarkan diri (maju sebagai calon Presiden). Kalau saya memikirkan saya sendiri, sudah istirahat. Saya mau hidup baik, saya bisa lakukan itu. Kadang-kadang saya harus akui, saya tergoda juga; Tidak capek, tidak habis tenaga, uang, tidak difitnah, dimaki-maki. Tapi kita kembali, ini adalah kewajiban, bagian dari cinta tanah air. Masa kau rela negaramu tidak baik, tidak kuat, tidak sejahtera. Dipimpin oleh orang-orang yang tidak baik.”

Tidak pernah terbersit keraguan dalam hati Prabowo saat mengambil keputusan. Ia adalah komandan pembebasan sandra di Mapeduma, Papua. Ia adalah penggagas dan penanggung jawab misi menaklukan puncak Mount Everest yang dicita-citakan sejak 1980 hingga terealisasi pada tahun 1997 dengan berbagai tantangannya. Ia adalah Prabowo: Mantan Danjen Komando Pasukan Khusus, satuan elit terbaik dari apa yang dimiliki republik ini.

Kemudian saat ini media-media itu mengatakan Prabowo ragu, Prabowo galau. Itu karena mungkin mereka yang beroperasi dibalik media-media itu hampir gila ketakutan.

Penulis Oleh: Gusmiyadi Goben
Aktivis Indonesia Bergerak

LEAVE A REPLY