oleh

Mahathir Tidak Akan Bebaskan Najib Razak

Kuala Lumpur, Akuratnews.com – Mahathir Mohamad menegaskan kembali keinginannya menjabat Perdana Menteri (PM) Malaysia satu hingga dua tahun ke depan, lalu diserahkan kepada Anwar Ibrahim.

Mahathir juga bersumpah tidak akan melakukan apa pun kesepakatan untuk membebaskan mantan PM Najib Razak dari tuduhan korupsi.

Saat kampanye, jika menang Mahathir (92) menyatakan hanya menjabat PM untuk sementara waktu guna membuka jalan transisi secara damai.

Dalam wawancara khusus dengan The Wall Street Journal, Selasa (15/05/18), pemimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan di pemilu yang baru berlalu tersebut menegaskan niat menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Sebelumnya beredar kabar Anwar, yang kini menjalani hukuman penjara tiga tahun dalam vonis kasus sodomi, akan bebas kemarin, tetapi tidak terwujud. Kabar terkini menyebutkan, mantan Deputi PM Malaysia (1995-1998) itu akan diampuni raja dan dibebaskan pada Rabu (16/5) ini.

Mahathir, yang pernah menjabat PM selama 22 tahun (1981-2003), comeback dari pensiun politiknya guna menumbangkan Najib yang diguncang megaskandal korupsi lembaga investasi 1MDB. Niat tersebut terwujud pada Pemilu 9 Mei yang, secara mengejutkan, mengakhiri dominasi partai pimpinan Najib, Organisasi Melayu Nasional Bersatu (UMNO) yang 61 tahun berkuasa terhitung sejak Malaysia merdeka.

Terkait kemungkinan bersepakat dengan Najib, termasuk untuk mengembalikan uang yang raib agar mantan PM itu terbebas dari jerat hukum tuduhan korupsi, secara tegas Mahathir mengatakan, ‘’Tidak ada deal.”

Miliaran dolar diyakini lenyap dari kas 1MDB, sebagian besar raib di luar negeri. Dari jumlah tersebut, US$ 681 juta dilaporkan muncul misterius di rekening pribadi Najib pada 2013. Najib berulang-ulang menyangkal tuduhan korupsi ini.

‘’Saat ini kita dalam proses pemeriksaan secara rinci atas segala hal yang ia sembunyikan pada masanya,” ujar Mahathir tentang kasus Najib.

Tanpa kesepakatan untuk mengembalikan uang yang raib, Najib sangat mungkin akan dihukum atas dakwaan kriminal. Mahathir telah memerintahkan pencekalan Najib agar ia tidak kabur ke luar negeri. (Red)

Komentar

News Feed