oleh

Mantan Pelaksana Tugas Kadinkes Jombang Diputus 2.6 Tahun Penjara

Sidoarjo, Akuratnews.com – Mantan Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati dituntut 2.6 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Inna hanya tertunduk saat mendengarkan amar putusan yang dibaca oleh Ketua Majelis Hakim H. R. Unggul yang memimpin persidangan dengan agenda sidang putusan tersebut di ruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Jl Raya Juanda Sidoarjo, Selasa (3/7/2018).

Ketua Majelis Hakim H.R. Unggul saat membacakan putusan menyampaikan, terdakwa Inna Silestyowati terbukti
menerima himpunan dana dari 34 Puskesmas se-Jombang, yang masing-masing dipotong sebanyak 7 persen.

Dalam pembagiannya, 5 persen untuk Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, 1 persen untuk terdakwa selaku (Plt) Dinkes Jombang, dan 1 persen untuk Paguyuban Pukesmas se- Jombang.

“Menimbang terdakwa telah mengakui perbuatnya dan telah mengembalikan tindak pidana korupsinya, serta mempunyai ketanggungan keluarga. Maka, PN Tipikor memutuskan hukuman 2.6 tahun kurungan penjara dan denda 50 juta,” kata Hakim Ketua H.R. Unggul saat persidangan.

Putusan hakim ini setidaknya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dody Sukmono yang menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 3 tahun penjara.

“Kami menghormati pendapat majelis hakim. Kami akan mempelajari putusan tersebut, apabila kami rasa bahwa itu memenuhi keadilan masyarakat. Maka sesuai dengan tenggang waktu itu kita punya kesempatan 7 hari untuk menyatakan sikap, apakah kita menerima atau banding,” tutur Jaksa Penuntut Umum KPK, Dody Sukmono pada Akuratnews usai persidangan.

Perlu diketahui, KPK menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati sebagai tersangka kasus korupsi perizinan dan pengurusan jabatan di Pemerintah Kabupaten Jombang pada Minggu, 4 Februari 2018.

Inna disebut memberikan uang kepada Nyono agar diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan definitif. Uang itu disebut berasal dari titipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. (Rif)

Komentar

News Feed