oleh

Mardani Ali Sera Akui Kejanggalan Insiden Mako Brimob

Jakarta, Akuratnews.com – Insiden berdarah rumah tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob, Depok pada Selasa (8/5/2018), menyisakan kejanggalan bagi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

Kejanggalan tersebut, menurut Mardani, terletak pada situasi saat Napiter berhasil merampas beberapa pucuk senjata dari para anggota Brimob.

“Janggal dan aneh. Makanya perlu penyelidikan yang transparan,” kata Mardani melalui pesan singkat, Jumat (11/5/2018).

Lebih jauh, Mardani berpendapat, diperlukan pengecekan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait untaian kronologi insiden yang dimulai dari pertanyaan Napiter kepada petugas mengenai kiriman makanan dari keluarganya hingga terjadi kerusuhan yang menelan total 6 korban jiwa itu.

Tokoh oposan Joko Widodo untuk perhelatan Pilpres 2019 ini juga menilai, kelemahan kepemimpinan dan penegakkan aturan menjadi salah satu sebab terjadinya insiden berdarah Mako Brimob. Pasalnya, jika kepemimpinan kuat dan penegakkan aturan berjalan maksimal, seharusnya Mako Brimob memiliki standar keamanan yang lebih baik.

“Jika ada masalah atau tragedi, akar masalahnya adalah lemahnya kepemimpinan dan lemahnya penegakan aturan,” ujar pria yang juga menjadi bakal calon presiden (Bacapres) 2019 dari partai berlogo untaian padi diapit bulan sabit itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Mako Brimob antara Napiter dengan para penjaga Rutan bermula ketika salah seorang Napiter menanyakan kepada petugas tentang makanan kiriman dari keluarganya.

Kemudian, diduga muncul teriakan dari dalam blok C yang memancing para penjaga berdatangan hingga terjadi perkelahian.

Buntutnya, 1 Napiter 5 anggota Polri dinyatakan tewas. Kelima anggota polri yang gugur tersebut kemudian diminta presiden Joko Widodo agar diberi kenaikan pangkat. (Mdz)

Komentar

News Feed