oleh

Mardani Optimis Masjid di Indonesia Tak Bernasib seperti Masjid di Austria

Jakarta, Akuratnews.com – Kanselir Austria Sebastian Kurz dikabarkan akan menutup tujuh masjid dan mengusir para imam yang didanai asing. Mungkinkah hal serupa terjadi di Indonesia?

Politisi PKS, Mardani Ali Sera berpandangan, penutupan masjid di Indonesia tidak akan terjadi jika Pemerintah mengembangkan mode pendekatan kepada masjid dan tidak sebatas menjadi “tukang stampel”.

“Pemerintah bisa menjadi Ayah yang menjaga dan mengawasi dengan kasih sayang,” kata Mardani kepada Akuratnews.com, Sabtu (9/6/2018) malam.

Menurut Mardani, pola kasih tuduhan dan stempel hanya akan membuat pemisahan dan pembelahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kecuali jika Pemerintah memang ingin membuat kebijakan Devide et Impera,” tukasnya.

Mardani mendorong, Pemerintah memaksimalkan fungsi intelejen negara dalam menangani setiap potensi ancaman terhadap NKRI. Ia mengatakan, “Intelejen bisa bekerja dalam senyap tapi masalah selesai. Sehingga masyarakat tidak perlu terbelah. Dan jika ada elemen yang sakit atau salah bisa akurat ditangani,”.

“Jangan seperti cowboy yang menembak membabi buta,” pungkas Mardani.

Sebelumnya, Pemerintah Austria dikabarkan akan menutup tujuh masjid dan mengusir para Imam yang didanai asing sebagai tindak lanjut dari hasil penyelidikan foto yang dibuat di sebuah masjid Austria yang dianggap bermuatan “politik Islam”.

“Masyarakat paralel, politik Islam dan radikalisasi tidak memiliki tempat di negara kita,” kata Kurz (Juni 2018).

Di Indonesia, sedikitnya 40 masjid di DKI Jakarta disebut-sebut menyebarkan paham radikal. Kabar ini, disampaikan putri Gus Dur, Alissa Wahid di Istana beberapa waktu lalu.

Pemerintah pun bukan tak hadir di Masjid. Negara, telah menempatkan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia. (MDz)

Komentar

News Feed