oleh

Masyarakat dan PNS Keluhkan Pengamanan Kantor Gubernur Sumut Yang Extra Ketat

Medan, Akuratnews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melakukan pengamanan ekstra ketat di kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro No. 30 Medan. Masyarakat pun mempertanyakan kebijaksanaan tersebut.

Pasalnya, kebijakan pengamanan yang super ketat itu tidak hanya masuk ke kantor Gubsu. Namun, di kantor Dinas serta Badan dilingkungan Pemprovsu juga diperlakukan sama.

Akibat pengamanan berlapis tersebut sejumlah masyarakat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprovsu jadi kewalahan masuk ke kantor Gubsu.

Masyarakat pun mulai membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Erry Nuradi yang tidak pernah melakukan pembatasan untuk bertamu ke kantor Gubsu, baik itu dari kalangan masyarakat umum maupun PNS di luar Pemprovsu.

Sementara itu salah seorang PNS di Pemprovsu, yang enggan menyebutkan namanya sangat kebaratan dengan pemberlakuan pengamanan berlapis tersebut.

“Saat masuk dari luar, kita ditanya security tersebut. Mau ke mana ? Kita jawab masuklah mau kerja. Saya kan PNS di sini,” tuturnya.

Bahkan, saking geramnya dirinya ditanya terus, PNS tersebut terpaksa menunjukkan kartu PNS-nya.

“Setelah itu baru diberikan kita masuk. Kadang ku bilang juga sama penjaga itu, tidak kau lihat saya ini berpakain PNS. Kok kau tanya-tanya lagi. Mereka hanya menjawab kita dengan senyum, kami hanya disuruh pimpinan pak,” tutur PNS tersebut.

“Kalau PNS Pemprovsu yang masuk, lanjutnya, ngapain lagi ditanya-tanya. Dari atribut dan baju yang kita pakai kan seharusnya penjaga itu tau,” sambungnya.

Menurutnya, pengamanan seperti itu tidak saja dilakukan di pintu masuk ke kantor Gubsu saja, tapi juga saat mau masuk ke lif dan masing-masing di lantai 2 hingga lantai 10 ada petugas jaga.

Misal, lanjutnya, setelah kita masuk di loby lantai 1 kantor Gubsu, saat kita mau masuk ke lif menuju lantai 2 atau 3 hingga lantai 10 juga dilakukan pengamanan yang sama, dan diberikan pertanyaan yang sama oleh pihak security.

“Jadi pengamanan yang dilakukan saat ini, kami lihat super berlebihan, seperti ada teroris atau ketakutan OTT atau ada yang ditutup-tutupi,” sindirnya, seraya menjelaskan kalau anggaran pengamanan ini dianggarkan tahun ini di APBD 2018 sekira Rp 3,5 miliar yang ditampung di Biro Umum Pemprovsu.

Pengamanan berlapis itu, juga membuat warga Sumut yang hendak berurusan ke kantor Gubsu juga mengalami kebaratan yang sama.(HSP)

Komentar

News Feed