Beranda Opini Mengapa Prabowo Harus Jadi Presiden

Mengapa Prabowo Harus Jadi Presiden

125
0
BERBAGI
alterntif text

(Gelombang Permohonan Kader Untuk Selamatkan Indonesia)

Oleh: Gusmiyadi Goben
(Kader Muda Partai Gerindra)

Opini, Akuratnews.com – Gerindra sedang pada puncaknya. Semangatnya menyala-nyala bergelora menjelang tahun-tahun politik beberapa waktu yang akan datang. Semua tampak bersiap, semua bulat mendaulat Prabowo Subianto untuk maju sebagai Presiden Republik Indonesia.

alterntif text

Gerindra kini bukan Gerindra lima tahun yang lalu. Sepuluh tahun kiprah berdirinya, Gerindra menempah tumpukan pengalaman dalam jagat politik antah brantah Indonesia. Konsistensinya sebagai oposisi menjadikan semua level struktur menjadi sangat militan dan siap tempur.

Dokrin Gerinda merupakan sebuah manifestasi kecintaan terhadap republik. Tidak sejengkalpun narasi-narasi kaderisasi menjauh dari bagaimana sikap kita sebagai anak bangsa harus menjadi garda depan panji perjuangan demi mewujudkan kedaulatan, keadilan serta kesejahteraan rakyat diatas tanah subur ini yang menjadi anugerah Allah, Tuhan yang Maha Esa.

Gerindra selalu mengajarkan keteguhan dalam perjuangan. Ia selalu melukiskan keteguhan hati Gandhi, Marti Luther King, Kiyai Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, dll sebagai referensi cara berjuang yang benar dan diterima rakyat. Karena Gerindra dan Prabowo mengkehendaki semua kader menjelma sebagai pendekar politik, pejuang politik, bukan politisi.

Kini bayangkan, Gerindra dengan semua doktrin itu harus mengalami situasi keIndonesiaan kita berada dalam situasi yang mengenaskan seperti hari ini. Republik ini semakin jauh dari kata-kata merdeka. Derasnya investasi asing tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat. Hutang menumpuk, BUMN tergadai, infrastruktur yang dibangun malah ditawarkan kembali kepada pihak asing.

Lihatlah bagaimana rakyat kita masih saja kesulitan mencari kerja. Disisi lain negara malah berupaya mempermudah tanaga kerja asing untuk mengais rezeki di negeri kita.

Hingga hari ini, pemerintahan yang menjadikan nawacita dan revolusi mental sebagai jargon pembangunan telah mengkhianati mandat yang diberikan rakyatnya sendiri. Bagaimana mungkin dua visi besar itu diinterpretasi sebagai cara menyerahkan kedaulatan republik kepada asing? Menegakan demokrasi secara serampangan? Menegakan hukum secara pilih tebang?

Merespon realitas kebangsaan hari ini, kader-kader Gerindra diseluruh Indonesia bereaksi, menyatakan tekatnya. Mereka berkehendak kuat untuk melakukan perubahan. Mempersiapkan sebaik-baik usaha untuk mendorong dan berjuang maksimal mendapatkan mandat rakyat untuk Prabowo memegang kendali republik dengan cara yang konstitusional dan bermartabat, demi menyelamatkan Indonesia.

Dari Banten suara-suara itu mulai menggema. Disambut di Sumatera Utara, DKI, Jawa Tengah, Jabar, jawa timur, Kalimatan, Sulawesi dan daerah-daerah lainnya diseluruh Indonesia. Seluruh kader memiliki semangat kebatinan yang sama; memohon Prabowo untuk berkenan maju pada Pilpres 2019.

Prabowo bukanlah politisi. Ia adalah pendekar dan pejuang politik. Itulah mengapa ia tidak pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam situasi-situasi sulit negara ini. Kalian dapat saksikan sikap ksatria Prabowo saat gelombang aksi 212, mengepung istana. Sebagai oposan, logika politik konvensional, mestinya Prabowo dna Gerindra lakukan manuver tajam untuk tunggangi semua potensi yang merusak kewibawaan pemerintah. Tapi tidak dia lakukan. Ia tidak ingin manfaatkan keadaan.

Kini, setiap kader akan berupaya sekuat tenaga yakinkan rakyat: bahwa Prabowo sang negarawan didorong bukan sekedar soal urusan kekuasaan semata. Prabowo sudah selesai dengan dirinya sendiri. Lebih dari itu, negara ini harus dibenahi, dikembalikan sebagaimana cita-cita berdirinya. Karena bangsa ini harus dijamin keberadaan dan keberlangsungannya ditahun-tahun yang akan datang. Demi generasi kita, demi anak cucu kita.

Jayalah Indonsia Raya!
#2019GantiPresiden
Prabowo Presiden!
Gerindra Menang!

LEAVE A REPLY