Beranda Internasional Menteri Keuangan Bill English Berpeluang Gantikan Mantan Presiden John Key

Menteri Keuangan Bill English Berpeluang Gantikan Mantan Presiden John Key

75
0
BERBAGI
alterntif text

Wellington, Akuratnews.com – Partai Nasional yang tengah berkuasa di Selandia Baru tengah mempertimbangkan pencalonan presiden baru setelah mengadakan pertemuan, Selasa.

Rencana itu diungkap sehari setelah Perdana Menteri John Key mendadak menyatakan mundur dari jabatannya.

Banyak anggota dewan dan pengamat politik menilai Menteri Keuangan Bill English berpeluang mengisi posisi tersebut.

Namun jabatan itu tetap terbuka untuk beberapa calon potensial lainnya.

“Mari kita tunggu dan lihat bagaimana nantinya,”kata English menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan dirinya mencalonkan diri.

Saat itu ia sedang memasuki gedung parlemen jelang sidang paripurna.

English adalah mantan analis Departemen Keuangan Negara dan wakil ketua partai. Ia mengatakan, Senin akan membahas kemungkinan tersebut bersama keluarganya dan 59 anggota sidang di parlemen sebelum memutuskan akan mencalonkan diri.

Kandidat potensial lainnya antara lain, Menteri Kabinet Senior Steven Joyce, Menteri Kabinet Paula Bennett, Menteri Kepolisian Judith Collins, dan Menteri Kesehatan Jonathan Coleman.

“Kita lihat bagaimana sidang berjalan hari ini,”kata Collins.

Sementara itu, Coleman juga masih menanti hasil dari pertemuan anggota dewan tersebut.

Jajak pendapat UMR mengunggulkan English sebagai kandidat paling potensial dengan nilai 21 persen suara, diikuti Joyce 16 persen, Bennett 11 persen, dan Collins enam persen.

Coleman tidak masuk ke dalam daftar survei yang digelar awal Oktober sebelum pengunduran diri Key.

Key telah memimpin Selandia Baru sejak 2008. Ia mendukung English untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum 12 Desember.

Partainya itu tengah menjalani periode ketiga, tiga tahun masa kekuasannya. Partai tersebut dianggap mampu menjaga stabilitas politik dan meningkatkan kinerja perekonomian.

Key tetap dianggap sebagai pemimpin yang populer, khususnya berkat jasanya meningkatkan pendapatan Selandia Baru hingga 170 milyar dolar Amerika Serikat pasca krisis keuangan dunia dan dua bencana gempa bumi mematikan di Christchurch.

Analis pasar modal Moody menyatakan pihaknya tidak berniat mengganti peringkat kredit Selandia Baru yang kini berada di tingkat Aaa walaupun Key mengundurkan diri.

Lembaga itu berharap “lembaga negara di Selandia Baru dapat melanjutkan tradisi transisi pemerintahannya serta melanjutkan kebijakan yang positif”.

Rencananya, pemilihan umum nasional belum akan berlangsung hingga akhir 2017 mendatang. (Farhan)

alterntif text

LEAVE A REPLY