oleh

Misbakhun : Gubernur BI Mewariskan Posisi Rupiah Rp 14.200

Jakarta, Akuratnews.com – Politisi partai Golkar, Mukhamad Misbakhun mengkritisi kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang mewariskan rupiah anjlok saat tiba masa pensiunnya di BI, Rabu (23/5/2018).

“Alhamdulillah, Bapak Agus mewariskan legacy kepada kita nilai tukar USD di angka Rp 14.200 dan ini akan dicatat oleh bangsa dan negara kita,” kata Anggota Komisi XI DPR RI ini dalam rapat kerja komisinya dengan BI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Dalam rapat kerja tersebut, Agus yang diangkat menjadi gubernur BI pada Mei 2013 saat kurs USD di posisi Rp 9.700 dianggap gagal mengelola BI karena meninggalkan nilai tukar USD di angka Rp 14.200 saat Ia pensiun. Penurunan rupiah atas USD senilai Rp 4.200 itu, menurut Misbakhun menjadi PR serius bagi pengganti Agus.

“Angka Rp 14.200 ini akan menjadi sebuah notifikasi baru bagi kita. Akan kemana nilai tukar ini kita dibawa? Apakah kita akan melakukan redominasi atau akan kita turunkan melalui mekanisme yang ada?” ujar Misbakhun memetakan solusi.

Misbakhun menambahkan, cadangan devisa RI pada akhir April lalu di angka USD 124,9 miliar. Sedangkan kini jumlah devisa turun menjadi USD 105,2 miliar karena ada operasi moneter ketika kurs USD memasuki zona Rp 14.000.

Misbakhun pun mempertanyakan efektivitas operasi moneter yang dilakukan BI. Padahal, saat ini BI tak hanya memiliki undang-undang (UU) tersendiri, tetapi juga diperkuat dengan UU Transfer Dana dan UU Devisa Bebas.

Menurut Misbakhun, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat seharusnya tak terlalu terpengaruh gejolak di mancanegara. Selain itu, kata mantan pegawai Kementerian Keuangan itu, harus ada strategi panjang ke depan untuk membangun bank sentral.

“Review panjang saya ini menjadi bahan refleksi bagaimana BI ke depan dikelola. Bagaimana BI ke depan dijalankan dan dioperasionalkan menjadi kebijakan moneter yang memberi dampak langsung terhadap kemakmuran rakyat,” pungkasnya. (Mdz)

Komentar

News Feed