oleh

Perludem Minta KPU dan Panwaslu Evaluasi KPPS Delima Riau

Jakarta, Akuratnews.com – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Riau, meminta Ketua KPU dan Ketua Panwaslu Pekanbaru untuk mengevaluasi eksistensi dan kinerja KPPS terkait penyelenggaraan Pilkada Juni 2018 di Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Riau.

Pasalnya, ditemukan sedikitnya lima masalah dalam penyelenggaraan Pilkada hampir di seluruh TPS kelurahan tersebut.

Pertama, para petugas KPPS maupun Panitia Pengawas Pemilu di kelurahan Delima tidak memiliki pengetahuan tentang mekanisme-mekanisme pelaksanaan Pilkada.

“Masih ada selisih faham antar sesama penyelenggara dalam hal menjalankan setiap aturan yang berlaku,” kata Direktur Eksekutif Perludem Riau Larshen Yunus Mamora dalam keterangan tertulis yang diterima Akuratnews.com, Jumat (28/06/2018) malam.

Kedua, kata Larshen, tim penelitinya menemukan adanya pengabaian dari pihak penyelenggara pemilu terhadap pelayanan pencoblosan kepada masyarakat pemilih.

“Mereka cenderung meninggalkan TPS (tempat pemungutan suara) tanpa jangka waktu yang jelas,” katanya.

Ketiga, petugas KPPS umumnya berasal dari unsur RT/RW sehingga menutup peluang partisipatif bagi masyarakat setempat untuk turun berkarya di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini, bagi Perludem, telah mengebiri esensi demokrasi Pilkada yang sesungguhnya.

Selanjutnya, kata Larshen, petugas Panwaslu didominasi famili dari petugas KPPS, sehingga berpotensi menurunkan tingkat pengawasan, dimana kinerja petugas Panwaslu hanya berorientasi pada honor semata.

Terakhir, terkait anggaran yang dimiliki oleh petugas KPPS, berjalan dengan manipulatif sehingga kerap menimbulkan kegaduhan.

“Baik itu dalam rangka pemilihan tempat pencoblosan (lokasi TPS) dan perangkat pendukung lainnya,” tutup Larshen. (MDz)

Komentar

News Feed