Beranda Olahraga Pemerintah Tiongkok Akan Mengevaluasi Pergerakan Klub Liga Super China

Pemerintah Tiongkok Akan Mengevaluasi Pergerakan Klub Liga Super China

97
0
BERBAGI
Hulk saat bergabung dengan salah satu klub Tiongkok
alterntif text

Beijing, Akuratnews.com – Aktivitas transfer klub-klub di Liga Super Tiongkok yang berani jor-joran mengeluarkan uang demi menggoda pemain-pemain top dunia ternyata menarik perhatian pemerintah setempat.

Juru bicara Departemen Olahraga China menyatakan pemerintah akan mengevaluasi dan mengawasi pergerakan klub-klub Liga Super China dalam berbelanja pemain. Menurut mereka, aksi transfer klub dengan membeli pemain berbanderol mahal adalah aksi pemborosan atau ‘membakar uang’.

Kritik terhadap kebijakan transfer klub Tiongkok mulai muncul setelah Shanghai SIPG mendatangkan gelandang asal Brasil Oscar dengan harga £52 juta, serta Shanghai Shenhua menjadikan Carlos Tevez sebagai pemain dengan gaji termahal di dunia. Tevez akan mendapat bayaran hingga £615 ribu per pekan, atau melebihi bayaran Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, hingga Gareth Bale.

Untuk menghindari aksi serupa, kedepannya juru bicara pemerintah China menyatakan pihaknya sedang menyiapkan peraturan untuk membatasi nilai maksimal transfer dan gaji pemain serta dengan tujuan membuat klub menjalani organisasinya dengan kebijakan keuangan yang rasional.

Sejak 2015, klub-klub Tiongkok telah empat kali memecahkan rekor transfer Asia dan juga menggelontorkan uang untuk mendatangkan para pelatih terbaik seperti Fabio Cannavaro, Andre Villas-Boas, hingga Juergen Klinsmann. Hal ini memang sejalan dengan visi Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ingin mengubah China menjadi salah satu negara dengan industri sepakbola terbesar di dunia.

Xi Jingping juga bertekad membawa Tiongkok menjadi tuan rumah Piala Dunia serta memenangi turnamen empat tahunan tersebut.

Namun karena arah pertumbuhan klub yang dinilai salah, pemerintah Tiongkok meminta klub-klub membatasi pengeluaran uang untuk membeli dan membayar gaji pemain serta meminta mereka membangun klub dengan visi 100 tahun.

“Kami juga akan mencoret klub-klub yang keuangannya bermasalah dari liga profesional,” kata juru bicara tersebut.

Selain itu, Federasi Sepak Bola China juga akan menerapkan peraturan baru yang mengurangi jumlah pemain asing, dari semula maksimal lima pemain menjadi empat.

Pemerintah China bukan satu-satunya pihak yang merisaukan pengeluaran klub Liga Super China dalam mendatangkan pemain. Pelatih Liga Primer Inggris seperti Antonio Conte, Jose Mourinho, serta Arsene Wenger pun secara terbuka mengkritik hal itu.

Saat ini klub-klub Liga Super Tiongkok masih punya waktu beberapa bulan untuk berbelanja pemain di bursa transfer musim dingin. Mereka baru akan memulai roda kompetisi musim 2017 pada Maret mendatang dan berakhir di bulan November. (Farhan)

alterntif text

LEAVE A REPLY