Beranda Nasional Penangkapan Tokoh dan Aktivis Makar Sesuai Undang-Undang

Penangkapan Tokoh dan Aktivis Makar Sesuai Undang-Undang

95
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Terkait penangkapan 11 tokoh dan aktivis tersangka makar, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan penangkapan tersebut dilakukan sesuai prosedur.

Dirinya memaklumi adanya anggapan penangkapan terhadap tersangka makar di luar prosedur. Pasalnya banyak pihak yang tidak berkenan atas penerapan upaya paksa itu.

“Polri patuh pada UU dan konstitusi negara. Setiap langkah Polri pasti ada yang menimbulkan ketidaksukaan karena kami memiliki kewenangan upaya paksa yang diatur UU,” kata Boy Rafli di Mabes Polri, Senin (5/12/16).

Diakuinya, Polri telah mendeteksi ada hal-hal yang tidak baik sehingga tidak mungkin institusi tersebut dan mengambil langkah antisipasi hal yang dianggap tidak baik itu.

“Hal itu adalah murni penegakan hukum dan menjaga agar kemurnian niat dari sejunlah ulama yang dipelopori Gerakan Nasional Pengawasl Fatwa MUI yang datang ke Monas pada Jumat 2 Desember adalah untuk beribadah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polri menilai ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan massa Doa Bersama sehingga Polri menindak agar ibadah di Kawasan Monas itu tidak terganggu.

“Kita lihat dalam Doa Bersama, semua pihak komit, pukul 13.00 WIB, dan pukul 16.00-17.00 WIB sudah bersih. Langkah itu memang kami rancang bersama GNPF MUI, mulai dari tempat di Hotel Indonesia dan Silang Monas,” ujarnya.

Sebelumnya aksi penangkapan dengan penjemputan paksa ke 11 tokoh dan aktivis pada Jumat (2/12/16) silam, dianggap sebagian masyarakat cukup berlebihan. Masyarakat menilai penangkapan yang dilakukan Polri di luar prosedur. (Ahyar)

alterntif text

LEAVE A REPLY